Meriah dan Penuh Haru, Festival Budaya SD Alam Sahabat Qur’an Jadi Panggung Tumbuh Generasi Percaya Diri di Siak

Palukeadilannews.com

 

SIAK – Kemeriahan dan nuansa haru berpadu dalam Festival Budaya dan Akhirussanah Angkatan ke-2 SD Alam Sahabat Qur’an Siak yang digelar di Gedung Mahratu, Kota Siak, Sabtu (23/5/2026). 


Kegiatan tersebut menjadi ruang ekspresi bagi para siswa untuk menunjukkan kreativitas, keberanian, dan kecintaan terhadap budaya Nusantara melalui berbagai penampilan seni yang memukau.


Acara yang dihadiri langsung Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, berlangsung semarak sejak pagi. Ratusan orang tua siswa, guru, serta tamu undangan memadati gedung untuk menyaksikan penampilan anak-anak yang tampil penuh percaya diri di atas panggung.


Beragam pertunjukan budaya dari berbagai daerah di Indonesia ditampilkan dengan apik oleh para siswa. Mulai dari tarian tradisional, pembacaan puisi, pertunjukan musik, hingga drama bernuansa budaya daerah sukses menghidupkan suasana. Setiap penampilan disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin yang terlihat bangga menyaksikan keberanian dan kemampuan anak-anak mereka.


Tidak hanya menjadi ajang hiburan, festival budaya tersebut juga menjadi bagian dari proses pendidikan karakter yang diterapkan oleh SD Alam Sahabat Qur’an Siak. Anak-anak didorong untuk berani tampil, bekerja sama, serta belajar menghargai keberagaman budaya Indonesia sejak usia dini.


Suasana semakin menyentuh ketika prosesi akhirussanah bagi siswa kelas VI dimulai. Momen perpisahan antara siswa, guru, dan adik kelas menghadirkan suasana haru yang membuat sejumlah orang tua tak kuasa menahan air mata. 


Para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan dasar tampak memberikan salam hormat dan ucapan terima kasih kepada guru-guru yang selama ini mendampingi mereka.


Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan yang dilaksanakan SD Alam Sahabat Qur’an Siak. Ia menilai kegiatan seperti festival budaya memiliki peran penting dalam membangun rasa percaya diri anak dan mengembangkan bakat yang dimiliki.


Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada nilai akademik semata, tetapi juga harus mampu membentuk karakter dan mental anak agar siap menghadapi masa depan. Salah satu caranya adalah dengan memberi ruang bagi anak untuk tampil dan berekspresi.


“Kegiatan seperti ini sangat baik karena anak-anak diajarkan untuk berani tampil di depan umum. Keberanian itu penting dibiasakan sejak dini. Anak-anak perlu diberi ruang untuk berkarya, mengekspresikan diri, dan mengembangkan bakat yang mereka miliki,” ujar Syamsurizal.


Ia mengatakan bahwa kemampuan berbicara di depan umum dan keberanian tampil merupakan bekal penting bagi generasi muda. Menurutnya, anak-anak yang terbiasa tampil akan memiliki mental yang lebih kuat dan tidak mudah minder ketika berada di lingkungan baru.


Syamsurizal juga mengajak para guru dan orang tua untuk terus mendukung tumbuh kembang anak dengan memberikan motivasi dan kesempatan kepada mereka untuk terus belajar dan berkreasi.


“Kami berharap bapak dan ibu guru terus membimbing anak-anak agar percaya diri tampil di mana saja. Dukungan orang tua juga sangat penting agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang kreatif, cerdas, dan berani,” katanya.


Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Siak juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Siak dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah. Menurutnya, baik sekolah negeri maupun swasta memiliki peran yang sama penting dalam mencetak generasi unggul.


Ia menyebut setiap sekolah memiliki ciri khas dan metode pembelajaran masing-masing yang dapat menjadi pilihan bagi masyarakat sesuai kebutuhan anak.


“Pemerintah daerah mendukung seluruh sekolah di Kabupaten Siak, baik negeri maupun swasta. Semua memiliki tujuan yang sama, yakni menciptakan generasi yang berkualitas dan berakhlak baik,” ucapnya.


Sementara itu, Kepala SD Alam Sahabat Qur’an Siak, Anisa Fitri Nurhaliza, menjelaskan bahwa sekolah yang dipimpinnya menerapkan konsep pendidikan berbasis Al-Qur’an dengan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman atau experiential learning.


Menurutnya, siswa tidak hanya belajar melalui teori di ruang kelas, tetapi juga melalui praktik langsung dan interaksi dengan lingkungan sekitar. Konsep tersebut diterapkan agar anak-anak lebih mudah mengenali potensi diri serta memahami nilai-nilai kehidupan.


“Kami ingin anak-anak tumbuh tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, akhlak yang baik, dan keterampilan sosial yang kuat,” ujar Anisa.


Ia menambahkan bahwa sekolah terus berupaya menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan membangun rasa percaya diri siswa. Salah satunya melalui kegiatan pentas seni dan festival budaya seperti yang digelar saat ini.


Menurutnya, melalui kegiatan tersebut anak-anak belajar tentang disiplin, kerja sama, tanggung jawab, sekaligus mengenal keberagaman budaya Indonesia.


“Festival budaya ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga bagian dari proses pendidikan. Anak-anak belajar menghargai budaya Nusantara dan belajar tampil percaya diri di depan banyak orang,” jelasnya.


Anisa juga menyampaikan rasa bangga kepada siswa kelas VI yang telah menyelesaikan pendidikan mereka di SD Alam Sahabat Qur’an Siak. Ia berharap para lulusan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya dengan tetap membawa nilai-nilai baik yang telah diajarkan selama di sekolah.


“Selamat kepada anak-anak kelas VI angkatan 2025-2026. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi bekal yang bermanfaat dan tetap menjaga akhlak serta kebiasaan baik yang sudah dibangun selama belajar di sini,” tutupnya.


Festival Budaya dan Akhirussanah SD Alam Sahabat Qur’an Siak itu menjadi gambaran bagaimana pendidikan dapat dikemas secara menyenangkan tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter dan budaya. 


Kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa anak-anak membutuhkan ruang untuk tumbuh, berkarya, dan mengekspresikan diri agar kelak menjadi generasi yang percaya diri, kreatif, dan siap menghadapi masa depan.


(*06/raisya)

Tags