Duka Berubah Misteri, Motor dan Emas Almarhumah Raib Saat Jenazah Masih Disemayamkan, Polisi Ringkus Tiga Tersangka

Palukeadilannews.com

Muara Bungo, Suasana haru dan duka yang menyelimuti keluarga almarhumah Suriyati (66) mendadak berubah menjadi penuh kecurigaan dan tanda tanya. Di tengah prosesi berkabung yang masih berlangsung, sepeda motor serta sejumlah perhiasan emas milik almarhumah dilaporkan hilang secara misterius. Peristiwa mengejutkan itu kini tengah ditangani serius oleh jajaran kepolisian setelah tiga orang tersangka berhasil diamankan.


Kasus ini dialami keluarga Zuraida (46), warga Jalan H.A. Manaf RT 06 RW 02, Kelurahan Sungai Pinang, Kecamatan Bungo Dani, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Dugaan tindak pidana pencurian tersebut telah dilaporkan secara resmi ke pihak kepolisian dengan nomor laporan STLB/B/25/V/2026/SPKT.Sek Ma Bungo/Res.Bungo/Polda Jambi.


Peristiwa bermula pada Kamis, 14 Mei 2026 sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu Zuraida datang ke rumah orangtuanya dengan maksud memeriksa mesin air. Namun setibanya di rumah, ia dikejutkan dengan kondisi ibundanya, Suriyati, yang ditemukan tergeletak di kamar mandi dalam keadaan tidak sadarkan diri.


Panik melihat kondisi tersebut, Zuraida langsung berlari menuju rumahnya yang berada di belakang rumah orangtuanya untuk mengambil telepon genggam dan menghubungi anak-anaknya agar segera pulang. Tak lama berselang, anak keduanya, Aisyah Fahdira (22), tiba di lokasi dan mencoba memeriksa kondisi neneknya.


Dari hasil pemeriksaan keluarga, korban disebut sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Denyut nadi dan napas sudah tidak terasa, bahkan dari mulut korban terlihat mengeluarkan busa. Dalam suasana panik dan penuh kesedihan, keluarga bersama warga sekitar kemudian memindahkan tubuh Suriyati ke dalam kamar.


Muhammad Amirsyah (25), cucu almarhumah, kemudian menghubungi Ketua RT setempat bernama Masdi. Bersama warga lainnya, mereka sempat berupaya memberikan pertolongan dan menyarankan agar korban segera dibawa ke rumah sakit. Namun karena kondisi korban sudah dipastikan meninggal dunia, keluarga akhirnya menerima kenyataan pahit tersebut.


Kabar meninggalnya Suriyati kemudian disampaikan kepada keluarga besar yang berada di luar daerah, termasuk di Pekanbaru dan Sibolga, agar dapat segera pulang untuk menghadiri pemakaman.


Di tengah suasana duka itu, keluarga sempat mencari keberadaan suami siri almarhumah yang diketahui berinisial MR alias Codot (34). Namun saat dicari, MR tidak berada di rumah duka. Ketua RT bersama seorang warga kemudian mendatangi rumah orangtua MR untuk mencari keberadaannya.


Menurut keterangan pihak keluarga MR, pria tersebut sudah dua hari tidak bertemu dengan istrinya dan mengira Suriyati berada di rumahnya sendiri. Dalam perjalanan pulang, Ketua RT akhirnya bertemu dengan MR dan meminta agar segera datang ke rumah duka karena sedang terjadi musibah.


Malam harinya, keluarga memutuskan menunda pemakaman hingga keesokan hari karena masih menunggu kedatangan keluarga dari luar kota. Saat tahlilan berlangsung sekitar pukul 21.00 WIB, MR terlihat datang menggunakan sepeda motor. Namun karena suasana rumah duka cukup gelap dan remang-remang, keluarga tidak mengetahui secara pasti apakah ia datang sendiri atau bersama orang lain.


Kejanggalan mulai muncul pada Jumat dini hari, 15 Mei 2026 sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu orangtua MR menelepon dan meminta diantar ke pasar. Namun MR justru mengaku bahwa sepeda motor sudah hilang.


Pernyataan tersebut sontak membuat keluarga dan warga sekitar terkejut. Pasalnya, saat itu jenazah Suriyati masih berada di rumah duka dan suasana berkabung masih berlangsung.


Kecurigaan keluarga semakin menguat lantaran MR beberapa kali terlihat terburu-buru setelah prosesi pemakaman hingga malam ketiga tahlilan. Tidak hanya sepeda motor, keluarga juga menyadari sejumlah perhiasan emas milik almarhumah ternyata ikut raib.


Merasa ada banyak kejanggalan, pihak keluarga kemudian memanggil MR untuk dimintai penjelasan terkait keberadaan kendaraan dan emas milik almarhumah. Namun setelah diinterogasi keluarga selama kurang lebih tiga jam, MR tetap mengaku tidak mengetahui keberadaan barang-barang tersebut.


Karena jawaban yang dianggap berbelit-belit dan tidak jujur, keluarga akhirnya membawa MR ke kantor polisi dan membuat laporan resmi dugaan pencurian pada Minggu, 17 Mei 2026.


Menanggapi laporan itu, jajaran Polsek Muara Bungo langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan. Kanit Reskrim Polsek Muara Bungo, IPDA Andi Mirza, membenarkan adanya laporan kehilangan tersebut.


“Begitu menerima laporan dari pihak keluarga, kami langsung bergerak cepat melakukan pengejaran dan serangkaian penyelidikan terhadap para terduga pelaku. Dari hasil pemeriksaan awal dan pengakuan salah satu pelaku, tim kemudian melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan dua pelaku lainnya,” ujar IPDA Andi Mirza.


Dari hasil pengembangan kasus, polisi akhirnya menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Ketiganya yakni MR alias Codot (34), Agus (32) yang merupakan adik kandung MR, serta JF (33) yang diketahui sebagai ipar pelaku.


“Untuk sementara, tiga tersangka yang sudah kami amankan yakni MR alias Codot, Agus, dan JF. Mereka saat ini telah ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” jelasnya.


Pihak kepolisian juga menegaskan bahwa proses penyidikan masih terus dilakukan guna mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain serta menelusuri keberadaan barang bukti yang belum ditemukan.


“Kasus ini masih terus kami kembangkan dan dalami lebih lanjut,” pungkas IPDA Andi Mirza.


Kasus pencurian yang terjadi di tengah suasana duka ini pun menjadi perhatian masyarakat setempat. Banyak warga mengaku prihatin karena musibah yang dialami keluarga almarhumah justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan tindakan yang tidak terpuji.


Warga berharap aparat kepolisian dapat mengusut tuntas kasus tersebut dan mengembalikan seluruh barang milik almarhumah kepada pihak keluarga.

 

Tags