Dari Pendidikan hingga Infrastruktur, Agung-Markarius Catat Sejumlah Capaian di Pekanbaru

Palukeadilannews.com

PEKANBARU – Genap satu tahun kepemimpinan Walikota Agung Nugroho bersama Wakil Walikota Markarius Anwar, berbagai program pembangunan di Kota Pekanbaru mulai menunjukkan hasil nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.


Pemerintahan Agung-Markarius membawa arah pembangunan yang lebih terukur dengan fokus utama pada penataan kota, peningkatan pelayanan publik, penguatan sumber daya manusia, hingga pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Berbagai program yang sebelumnya hanya sebatas perencanaan kini mulai direalisasikan dalam bentuk kebijakan konkret dan aksi lapangan.


“Sejak awal kami berkomitmen bahwa setiap program harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Bukan sekadar rencana, tapi benar-benar diwujudkan secara bertahap dan terukur,” ujar Agung Nugroho.


Salah satu kebijakan yang paling cepat dirasakan masyarakat adalah penyesuaian tarif parkir kendaraan bermotor. Kebijakan tersebut dinilai menjadi bentuk keberpihakan pemerintah terhadap kondisi ekonomi masyarakat sekaligus upaya menciptakan sistem parkir yang lebih tertib dan transparan.


Di sektor kebersihan dan lingkungan, Pemerintah Kota Pekanbaru terus menggencarkan gerakan “Serbu Sampah”. Program ini diperkuat melalui pembentukan Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) di 83 kelurahan yang bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.


Tidak hanya itu, penegakan hukum terhadap pelaku pembuangan sampah sembarangan juga diperketat. Pemerintah kota menilai persoalan sampah tidak bisa hanya diselesaikan melalui imbauan, tetapi juga membutuhkan pengawasan dan tindakan tegas agar tercipta budaya disiplin di tengah masyarakat.


Permasalahan banjir yang selama bertahun-tahun menjadi persoalan utama di Pekanbaru kini mulai ditangani dengan pendekatan lebih terintegrasi. Pemerintah kota mencatat telah melakukan penanganan di 20 titik rawan banjir.


Normalisasi sungai dilakukan sepanjang 78,2 kilometer, sementara perbaikan drainase dan daerah aliran sungai mencapai 109,5 kilometer. Upaya penghijauan juga menjadi perhatian serius melalui penanaman 15 ribu pohon di berbagai wilayah kota.

“Masalah klasik seperti banjir dan sampah kami tangani dengan pendekatan sistematis, tidak lagi parsial. Ini butuh waktu, tapi progresnya sudah terlihat,” jelas Agung.


Di bidang pendidikan, Pemko Pekanbaru menghadirkan berbagai program strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satunya melalui program beasiswa mulai jenjang S1 hingga S3, termasuk bagi para hafiz Al-Qur’an.


Program Zero Putus Sekolah juga menjadi perhatian utama pemerintah. Dari total 1.778 anak yang terdata mengalami putus sekolah, sebanyak 757 anak telah berhasil kembali mengenyam pendidikan.


Langkah ini dinilai sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan seluruh anak di Pekanbaru mendapatkan hak pendidikan yang layak tanpa terkendala faktor ekonomi maupun sosial.


Sementara di sektor kesehatan, Pemko Pekanbaru menggulirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga mulai dijalankan untuk pelajar serta kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.


Kebijakan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus menekan angka stunting di Kota Pekanbaru.


Di bidang budaya dan keagamaan, Pekanbaru juga mencatat sejumlah prestasi membanggakan. Kota ini berhasil meraih juara dua Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Riau dan sukses menyelenggarakan MTQ ke-57 tingkat kota.


Selain itu, Festival Kreatif Budaya Melayu turut digelar sebagai wadah pelestarian budaya daerah sekaligus sarana promosi bagi pelaku UMKM lokal. Pemerintah kota menilai sektor budaya memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat.


Pemberdayaan masyarakat juga menjadi fokus penting pemerintahan Agung-Markarius. Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah bantuan Rp100 juta per RW guna mendukung pembangunan dan kegiatan masyarakat di tingkat lingkungan.

Di sisi lain, peningkatan kapasitas aparatur pemerintah dilakukan melalui pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) serta pemberian tunjangan kinerja ke-14 bagi aparatur sipil negara.


Pembangunan infrastruktur turut menunjukkan perkembangan signifikan selama satu tahun terakhir. Pemerintah kota mencatat lebih dari 42 kilometer jalan telah diperbaiki guna meningkatkan kenyamanan dan kelancaran mobilitas masyarakat.


Sebanyak 42 halte juga diremajakan, sementara penerangan jalan umum terus ditingkatkan di berbagai kawasan kota. Selain itu, fasilitas WiFi gratis mulai disediakan di sejumlah titik guna mendukung akses informasi dan kebutuhan digital masyarakat.


Untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, pemerintah menggelar bazar murah di 50 lokasi berbeda. Program ini diharapkan mampu membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, terutama di tengah dinamika ekonomi yang terjadi.


Transformasi pelayanan publik juga terus dilakukan. Salah satunya melalui percepatan pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang kini dapat diselesaikan hanya dalam waktu satu jam.


Langkah tersebut menjadi bagian dari reformasi birokrasi yang bertujuan memberikan pelayanan cepat, mudah, dan transparan kepada masyarakat maupun pelaku usaha.


Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik dan pelayanan, Pemerintah Kota Pekanbaru juga berhasil menunjukkan perbaikan dalam tata kelola keuangan daerah. Hal itu terlihat dari keberhasilan pemerintah melunasi utang daerah sebesar Rp467 miliar.


Capaian tersebut dinilai menjadi indikator penting dalam menjaga stabilitas fiskal daerah sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan pemerintah.


Sebagai bagian dari inovasi pembangunan berkelanjutan, Pemko Pekanbaru kini mulai mengembangkan teknologi pengolahan sampah menjadi energi atau waste to energy (WTE). Teknologi ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah di kota metropolitan tersebut.


Selain itu, pemerintah juga meluncurkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Pekanbaru Aman 112 guna meningkatkan respons penanganan kondisi darurat di tengah masyarakat.


“Atas kerja keras bersama, Pekanbaru juga mendapat apresiasi dari pemerintah pusat dengan meraih peringkat dua nasional dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026, khususnya dalam penurunan angka kemiskinan dan stunting,” ungkap Agung.


Berbagai capaian tersebut menjadi gambaran awal arah pembangunan Kota Pekanbaru di bawah kepemimpinan Agung Nugroho dan Markarius Anwar. Meski masih menghadapi sejumlah tantangan, pemerintah kota optimistis pembangunan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan akan membawa perubahan positif bagi masyarakat Pekanbaru di masa mendatang.(Adv)

 

Tags