Prodi Teknik Pertambangan Unsoed Resmi Dibuka, Perkuat SDM Tambang Nasional dari Jawa Tengah

Palukeadilannews.com

Langkah strategis diambil oleh Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dengan resmi membuka Program Studi (Prodi) Teknik Pertambangan jenjang Sarjana (S1). Kehadiran prodi ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan pendidikan tinggi di bidang teknik, khususnya sektor pertambangan yang memiliki peran vital dalam perekonomian nasional.


Pembukaan prodi ini didasarkan pada terbitnya Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 373/B/O/2026 tentang Izin Pembukaan Program Studi Teknik Pertambangan di Unsoed. Keputusan tersebut menjadi landasan hukum resmi bagi penyelenggaraan pendidikan tinggi di bidang teknik pertambangan di lingkungan Unsoed.


Dengan keluarnya keputusan tersebut, Unsoed kini memiliki kewenangan penuh untuk menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang pertambangan. Ini sekaligus mempertegas komitmen kampus dalam menjawab kebutuhan industri dan pembangunan nasional.


Dekan Fakultas Teknik Unsoed, Prof. Dr. Eng. Ir. Agus Maryoto, S.T., M.T., IPU, mengungkapkan bahwa prodi ini merupakan yang pertama di Provinsi Jawa Tengah. Ia menilai kehadiran program ini sebagai terobosan penting, mengingat selama ini wilayah tersebut belum memiliki program studi khusus di bidang pertambangan.


Selama ini, akses pendidikan Teknik Pertambangan masih terbatas di sejumlah perguruan tinggi tertentu seperti UPN Veteran Yogyakarta, Universitas Trisakti, dan Institut Teknologi Bandung. Kondisi tersebut membuat peluang bagi calon mahasiswa untuk menekuni bidang ini menjadi tidak merata di berbagai daerah.


“Pembukaan prodi ini menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan serta memenuhi kebutuhan insinyur pertambangan dalam negeri,” ujar Prof. Agus dikutip dari laman Unsoed, Minggu (26/4/2026).


Ia menjelaskan bahwa pendirian prodi ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak akan tenaga ahli nasional dalam mengelola sumber daya alam Indonesia. Sumber daya seperti emas, batu bara, dan minyak membutuhkan pengelolaan yang profesional dan berkelanjutan agar memberikan manfaat maksimal bagi negara.


Selama ini, ketergantungan terhadap tenaga ahli asing masih menjadi salah satu tantangan dalam sektor pertambangan nasional. Oleh karena itu, kehadiran prodi ini diharapkan mampu mencetak tenaga ahli lokal yang kompeten dan siap bersaing.


“Melalui prodi ini, diharapkan pengelolaan sumber daya alam dapat dilakukan secara mandiri dan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pendapatan negara,” tambahnya.


Persiapan pembukaan prodi ini telah dilakukan sejak tahun 2025. Prosesnya tidak sederhana karena harus melalui berbagai tahapan penilaian dan evaluasi. Bahkan, dokumen pengajuan mengalami tiga kali revisi sebelum akhirnya Surat Keputusan resmi diterbitkan pada April 2026.


Hal ini menunjukkan keseriusan Unsoed dalam memastikan bahwa program studi yang dibuka benar-benar memenuhi standar kualitas yang ditetapkan oleh pemerintah. Dengan persiapan yang matang, diharapkan proses pembelajaran dapat berjalan optimal sejak tahun pertama.


Dari sisi sumber daya manusia (SDM), Unsoed dinilai memiliki kesiapan yang kuat. Selain telah memenuhi kebutuhan dosen inti, program ini juga didukung oleh tenaga pengajar dari bidang Teknik Geologi yang memiliki lebih dari 10 doktor. Keberadaan program studi Magister (S2) Geologi turut menjadi penopang penting dalam pengembangan akademik.


Ke depan, pihak kampus juga berkomitmen untuk terus menambah tenaga pengajar seiring dengan meningkatnya jumlah mahasiswa. Langkah ini diambil untuk menjaga kualitas pendidikan dan memastikan rasio dosen dan mahasiswa tetap ideal.


Dalam hal sarana dan prasarana, Unsoed mengembangkan pendekatan kolaboratif lintas disiplin. Laboratorium yang telah tersedia di program studi Teknik Geologi, Teknik Industri, dan Teknik Mesin akan dimanfaatkan secara terintegrasi untuk menunjang kegiatan pembelajaran dan praktikum mahasiswa.


“Meskipun fasilitas yang ada saat ini sudah memadai, tantangan utama terletak pada ketersediaan ruang. Namun, hal ini telah diantisipasi dalam rencana induk melalui pembangunan gedung laboratorium terpadu tujuh lantai untuk Fakultas Teknik,” jelasnya.


Pada tahun pertama pembukaannya, penerimaan mahasiswa baru akan dilakukan melalui jalur Mandiri. Hal ini disebabkan oleh waktu terbitnya Surat Keputusan yang berada pada bulan April, sehingga tidak memungkinkan untuk mengikuti jalur seleksi nasional.


Kuota yang diajukan pada tahap awal sebanyak 50 mahasiswa untuk satu kelas. Jumlah ini disesuaikan dengan kapasitas awal program sekaligus sebagai tahap pengembangan sebelum dilakukan ekspansi di tahun-tahun berikutnya.


Prodi Teknik Pertambangan Unsoed menawarkan prospek karier yang sangat menjanjikan bagi para lulusannya. Indonesia memiliki banyak wilayah pertambangan yang tersebar di berbagai daerah, sehingga peluang kerja terbuka luas.


Lulusan dapat bekerja di wilayah pertambangan seperti Jawa, Papua, Maluku, Nusa Tenggara Barat, hingga Nusa Tenggara Timur. Selain itu, sektor ini juga dikenal memiliki kisaran gaji awal yang kompetitif, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi calon mahasiswa.


Tidak hanya itu, lulusan juga memiliki peluang untuk berkarier di berbagai bidang lain seperti konsultan, peneliti, hingga instansi pemerintah. Dengan kompetensi yang dimiliki, mereka diharapkan mampu berkontribusi dalam pengembangan teknologi pertambangan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.


Dengan dibukanya Program Studi Teknik Pertambangan ini, Unsoed semakin menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan industri. Kehadiran prodi ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan, khususnya dalam pengelolaan sumber daya alam yang mandiri dan profesional.


Langkah ini sekaligus membuka peluang baru bagi generasi muda Indonesia untuk berkontribusi langsung dalam sektor strategis yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.


(*06/raisya)


 

Tags