Mengangkat tema “Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan Prima”, kegiatan ini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan juga ajang refleksi terhadap perjalanan panjang sistem pemasyarakatan di Indonesia. Di tengah perkembangan zaman dan tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap pelayanan publik, peringatan ini menjadi pengingat akan pentingnya inovasi, profesionalisme, serta integritas dalam menjalankan tugas.
Pelaksanaan tasyakuran di Lapas Pasir Pangarayan dipusatkan di aula utama dan diikuti oleh seluruh pegawai melalui platform Zoom Meeting. Meski berlangsung secara virtual, suasana tetap terasa khidmat dan penuh makna. Para peserta mengikuti setiap rangkaian acara dengan tertib, mencerminkan komitmen kuat dalam mendukung kemajuan pemasyarakatan.
Menariknya, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Daerah, yakni dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Kehadiran mereka bukan sekadar simbolis, tetapi sekaligus memberikan layanan langsung berupa perekaman data kependudukan dan pemadanan Nomor Induk Kependudukan (NIK) bagi warga binaan. Hal ini menjadi bukti nyata sinergi lintas sektor dalam memastikan bahwa hak-hak dasar warga binaan, termasuk administrasi kependudukan, tetap terpenuhi.
Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan yang dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta Mars Pemasyarakatan. Momen ini menjadi penguat rasa nasionalisme sekaligus kebanggaan sebagai bagian dari institusi pemasyarakatan. Selanjutnya, peserta disuguhkan video refleksi yang menampilkan perjalanan, tantangan, serta capaian yang telah diraih selama ini.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Pemasyarakatan menyampaikan laporan kinerja yang mencakup berbagai program unggulan, inovasi pelayanan, serta pencapaian yang berhasil diraih. Sambutan dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan juga memberikan arah strategis bagi seluruh jajaran agar terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat integritas, serta menjawab tantangan di masa depan.
Selain itu, acara juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada satuan kerja yang berprestasi. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Tidak kalah penting, kegiatan penyerahan bantuan sosial turut menjadi bagian dari rangkaian acara sebagai wujud kepedulian terhadap sesama.
Sejalan dengan kegiatan nasional tersebut, Lapas Pasir Pangarayan juga melaksanakan penyerahan bantuan secara langsung. Salah satunya adalah pemberian beasiswa pendidikan dari INKOPASINDO kepada enam orang anak pegawai. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung pendidikan generasi muda serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pemasyarakatan.
Beasiswa tersebut bukan hanya sekadar bantuan finansial, tetapi juga menjadi bentuk motivasi bagi anak-anak pegawai untuk terus berprestasi dan mengejar cita-cita. Dukungan terhadap pendidikan dinilai sebagai investasi jangka panjang yang akan memberikan dampak besar bagi masa depan.
Selain beasiswa, Lapas Pasir Pangarayan juga menyalurkan bantuan berupa gerobak usaha kepada masyarakat penerima manfaat. Bantuan ini bertujuan untuk mendorong kemandirian ekonomi serta meningkatkan produktivitas. Dengan adanya gerobak usaha, diharapkan para penerima dapat mengembangkan usaha kecil yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan taraf hidup.
Langkah ini sejalan dengan semangat pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada pembinaan, tetapi juga pemberdayaan. Dukungan terhadap usaha mikro menjadi salah satu upaya nyata dalam membantu masyarakat agar lebih mandiri secara ekonomi.
Meski kegiatan dilaksanakan secara sederhana, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tetap kuat dan bermakna. Hal ini sesuai dengan arahan pusat agar peringatan HBP dilaksanakan secara efisien tanpa mengurangi esensi utama, yaitu rasa syukur, refleksi, dan penguatan komitmen.
Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi Parlindungan Purba, dalam keterangannya menegaskan bahwa peringatan HBP ke-62 menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat pengabdian seluruh jajaran. Ia menyampaikan bahwa pihaknya akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, tantangan dalam dunia pemasyarakatan ke depan akan semakin kompleks. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang solid, inovasi yang berkelanjutan, serta komitmen yang kuat dari seluruh jajaran. Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, menjadi kunci dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang lebih baik. Kolaborasi yang terjalin diharapkan mampu memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan serta meningkatkan kualitas layanan secara menyeluruh.
Melalui peringatan ini, diharapkan seluruh jajaran Lapas Pasir Pangarayan semakin termotivasi untuk memberikan kontribusi terbaik. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan mampu mendorong terciptanya inovasi serta peningkatan kinerja yang berkelanjutan.
Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 bukan hanya sekadar peringatan, tetapi juga momentum untuk meneguhkan kembali komitmen dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
Dengan semangat “Pemasyarakatan Kerja Nyata”, Lapas Pasir Pangarayan terus melangkah maju dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan berdampak nyata bagi masyarakat luas.

