Tasya Kamila Tegaskan Komitmen Kontribusi untuk Indonesia sebagai Alumni LPDP

Palukeadilannews.com

Jakarta, 24 Februari 2026 – Alumni beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Tasya Kamila, menyampaikan penjelasan terbuka mengenai kontribusinya bagi Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan magister di tengah polemik yang melibatkan awardee Dwi Sasetyaningtyas.


Melalui pernyataan di media sosial pada Selasa (24/2), Tasya menegaskan bahwa masyarakat berhak mempertanyakan kontribusi penerima beasiswa negara karena pendanaan pendidikan berasal dari anggaran publik. 


Ia menyatakan bahwa transparansi dan dampak nyata merupakan bentuk tanggung jawab moral setiap penerima beasiswa.


Tasya menempuh studi S2 bidang Public Administration in Energy and Environmental Policy di Columbia University, Amerika Serikat, pada 2016–2018 dengan capaian IPK 3,75. 


Selama masa studi, ia aktif dalam forum internasional di bawah naungan Sustainable Development Solutions Network - Youth sebagai perwakilan pemuda Indonesia serta mengembangkan proyek Desa Mandiri Energi di Sumba, Nusa Tenggara Timur.


Selain itu, ia menjalani magang di Kementerian ESDM untuk memperdalam pemahaman kebijakan energi baru terbarukan. 


Setelah lulus, Tasya kembali ke Indonesia dan menjalankan masa bakti dengan berbagai kegiatan, termasuk edukasi publik sebagai Duta Lingkungan Hidup bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta keterlibatan dalam Dewan Pertimbangan Kalpataru 2022.


Dalam gerakan akar rumput, Tasya menginisiasi kegiatan lingkungan melalui Green Movement Indonesia yang melibatkan lebih dari 500 relawan dan program edukasi pengelolaan sampah, reboisasi, serta kampanye ekonomi sirkular. 


Ia juga aktif memberikan seminar dan talkshow di bidang pendidikan dan lingkungan yang telah menjangkau lebih dari 10.000 pemuda di berbagai daerah.


Di sektor kreatif, Tasya turut melestarikan lagu anak Indonesia, termasuk merilis lagu yang meraih penghargaan di AMI Awards 2024.


Ia menilai kontribusi terhadap bangsa tidak berhenti setelah masa bakti formal, melainkan menjadi komitmen jangka panjang sepanjang hidup.

 

Tags