Bangkinang – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK YPTN Bangkinang (Taruna Nusantara) tidak hanya menjadi ajang mengenal lingkungan sekolah, guru, dan teman baru. Pada hari kedua pelaksanaan MPLS, Jumat (10/7/2026), sekolah membekali ratusan peserta didik baru dengan penyuluhan tentang bahaya narkoba sebagai langkah nyata membangun karakter generasi muda yang sehat, disiplin, dan berprestasi tanpa penyalahgunaan narkotika.
Kegiatan edukatif tersebut menghadirkan narasumber dari Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Kota Pekanbaru yang memberikan pemahaman komprehensif mengenai bahaya narkoba, mulai dari dampaknya terhadap kesehatan, psikologis, kehidupan sosial, hingga masa depan dan kondisi ekonomi seseorang.
Kepala SMK YPTN Bangkinang, Riky Rikardo, S.Pd., mengatakan penyuluhan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam mengintegrasikan pendidikan karakter dengan proses pembelajaran sejak hari pertama siswa memasuki lingkungan sekolah.
Menurutnya, tantangan pergaulan remaja saat ini semakin kompleks sehingga diperlukan langkah preventif melalui edukasi sejak dini agar peserta didik memiliki bekal pengetahuan dan ketahanan diri dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif.
"Kami sengaja menghadirkan narasumber dari GRANAT agar para siswa memperoleh pemahaman langsung mengenai bahaya narkoba. Kami ingin mereka menyadari bahwa narkoba bukan sekadar melanggar hukum, tetapi juga dapat menghancurkan masa depan, cita-cita, bahkan kehidupan keluarga," ujar Riky.
Ia menegaskan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab besar menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, serta mendukung tumbuhnya karakter peserta didik yang berintegritas. Karena itu, pendidikan akademik harus berjalan seiring dengan pembinaan moral, disiplin, dan kesadaran hukum.
"Kami berharap seluruh siswa baru memiliki komitmen kuat untuk menjauhi narkoba dan fokus mengembangkan potensi diri. Jadilah generasi yang cerdas, berprestasi, dan mampu membanggakan orang tua serta sekolah," tambahnya.
Sementara itu, penyuluh dari GRANAT Kota Pekanbaru, Taufiq, menegaskan bahwa penyelamatan generasi muda dari ancaman narkoba merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, keluarga, sekolah, masyarakat, dan berbagai organisasi harus bersinergi memberikan edukasi agar anak-anak memiliki benteng yang kuat terhadap penyalahgunaan narkotika.
"Pencegahan merupakan langkah paling efektif. Semakin dini generasi muda memahami bahaya narkoba, semakin besar peluang mereka untuk terhindar dari penyalahgunaan," jelasnya.
Dalam penyampaiannya, Taufiq memaparkan bahwa narkoba memberikan dampak yang sangat luas. Selain merusak organ tubuh dan kesehatan mental, penyalahgunaan narkoba juga menyebabkan penurunan kemampuan berpikir, hilangnya motivasi belajar, hingga munculnya ketergantungan yang sulit dihentikan.
Ia juga menjelaskan bahwa dampak ekonomi akibat kecanduan narkoba tidak kalah besar. Banyak pecandu menghabiskan seluruh penghasilannya demi membeli barang haram tersebut, bahkan tidak sedikit yang akhirnya melakukan tindakan kriminal karena tekanan kebutuhan.
"Korban narkoba bukan hanya penggunanya. Orang tua, keluarga, dan lingkungan sekitar ikut menanggung dampaknya. Banyak keluarga yang kehilangan masa depan akibat salah satu anggotanya terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba," ungkap Taufiq.
Selain itu, ia mengingatkan para peserta MPLS agar mengenali tanda-tanda awal penyalahgunaan narkoba, seperti perubahan perilaku, mudah marah, menarik diri dari lingkungan, kehilangan tanggung jawab, hingga menurunnya prestasi belajar.
"Ketika seseorang sudah mengalami ketergantungan, konsentrasinya akan menurun sehingga sulit menerima pelajaran. Pada akhirnya, pendidikan dan masa depannya menjadi taruhan," katanya.
Di penghujung kegiatan, Taufiq mengajak seluruh siswa baru untuk menjadikan sekolah sebagai tempat membangun prestasi, mengembangkan bakat, serta mewujudkan cita-cita melalui kegiatan-kegiatan positif.
"Saya mengajak seluruh siswa dan siswi SMK YPTN Bangkinang untuk menjauhi narkoba, memperbanyak aktivitas yang bermanfaat, dan terus berprestasi. Jadilah generasi yang membanggakan keluarga, sekolah, serta bangsa Indonesia," pesannya.
Penyuluhan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Sejumlah siswa aktif mengajukan pertanyaan seputar bahaya narkoba, cara menghindari pergaulan yang berisiko, hingga langkah yang harus dilakukan apabila menemukan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan ini, SMK YPTN Bangkinang menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program pembinaan karakter sebagai bagian dari upaya mencetak lulusan yang unggul, berintegritas, disiplin, dan siap menghadapi tantangan masa depan tanpa narkoba.
Di sisi lain, sekolah masih membuka kesempatan bagi lulusan SMP/sederajat yang belum mendapatkan sekolah pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026. Dengan biaya pendaftaran sebesar Rp500.000, calon peserta didik juga memperoleh dua stel seragam sekolah secara gratis.
Masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai proses pendaftaran dapat menghubungi panitia melalui nomor 0822-2324-0891.
Melalui perpaduan pendidikan karakter, pembinaan kedisiplinan, dan penguatan wawasan mengenai bahaya narkoba, SMK YPTN Bangkinang optimistis mampu mencetak generasi muda yang kompeten, berakhlak mulia, serta siap meraih masa depan yang gemilang tanpa narkotika.
(*06/Raisya)


