Teluk Kuantan – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Dr. H. Masrul Hakim, meluruskan informasi yang beredar mengenai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kuansing tahun 2026. Ia menegaskan bahwa target PAD yang benar adalah Rp255 miliar, bukan Rp155 miliar sebagaimana diberitakan oleh salah satu media.
Masrul menjelaskan, hingga Juli 2026 realisasi PAD Kuansing telah mencapai sekitar Rp110 miliar atau 43,2 persen dari target yang telah ditetapkan.
"Informasi yang menyebut target PAD hanya Rp155 miliar tidak benar. Target resmi PAD Kabupaten Kuantan Singingi tahun 2026 adalah Rp255 miliar," tegas Masrul Hakim kepada wartawan, Selasa malam.
Menurutnya, kekeliruan tersebut diduga terjadi akibat kesalahan komunikasi atau penulisan saat proses pemberitaan.
"Mungkin terjadi salah dengar saat konfirmasi atau kekeliruan dalam penulisan. Target Rp255 miliar justru tertulis Rp155 miliar sehingga menimbulkan polemik di tengah masyarakat," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa target maupun realisasi PAD telah tercantum dalam dokumen resmi Bapenda sehingga tidak mungkin berubah tanpa dasar.
"Data target dan realisasi PAD sudah tertuang dalam laporan resmi Bapenda. Karena itu, informasi yang benar tetap mengacu pada angka Rp255 miliar," katanya.
Masrul juga mengungkapkan bahwa Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuantan Singingi, H. Muklisin, telah memberikan perhatian terhadap polemik yang muncul dan meminta Bapenda segera memberikan klarifikasi kepada masyarakat.
"Pak Plt Bupati telah menegur kami terkait polemik ini. Karena itu kami segera meluruskan bahwa target PAD Kabupaten Kuansing tahun 2026 tetap sebesar Rp255 miliar," jelasnya.
Untuk mencapai target tersebut, Bapenda terus melakukan berbagai langkah optimalisasi penerimaan daerah. Upaya yang dilakukan antara lain memperkuat personel pada titik-titik sumber pendapatan serta mempererat koordinasi dengan aparat penegak hukum.
"Kami telah menyiapkan personel di titik-titik sentuh PAD. Selain itu, kami juga meminta dukungan Kejaksaan dan Polres Kuansing agar optimalisasi pendapatan daerah dapat berjalan lebih efektif sehingga target PAD tahun ini dapat tercapai," tutup Masrul Hakim.
*Tim red/deka

