Kampar, Perayaan Hari Guru di SMA 2 Tambang berlangsung meriah dan penuh kehangatan, Selasa (25/11/2024).
Suasana sekolah tampak semarak ketika para siswa memberikan beragam hadiah spesial kepada guru kesayangan mereka sebagai bentuk cinta dan penghargaan.
Kemeriahan acara ini semakin lengkap berkat kehadiran Tim Jurnalistik Media Center SMA 2 Tambang (Mensi Duta) yang sigap mengabadikan setiap momen.
Dengan kemampuan jurnalistik yang kian matang, mereka melakukan peliputan lengkap mulai dari pengambilan gambar, wawancara mendalam, hingga pengemasan dokumentasi dalam bentuk foto dan video yang menarik.
Guru Berbagi Kisah dan Inspirasi
Beragam guru turut membagikan pengalaman serta pandangan mereka mengenai makna Hari Guru.
Watri Juita, S.Pd, Guru Bahasa Indonesia, menyoroti antusiasme siswa saat pembelajaran musikalisasi puisi.
“Anak-anak sangat kreatif mengekspresikan gestur dan bakat mereka. Musikalisasi puisi selalu membangkitkan semangat,” ujarnya.
Sementara itu, Yusdelawati, S.Pd, mengaku bahwa menjadi guru berarti siap menghadapi karakter siswa yang beragam.
“Kita harus mampu mengontrol emosi dan tetap sabar,” tegasnya.
Dedi Haryadi, S.Pd, menyebut Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sebagai sosok yang menginspirasinya.
“Beliau pernah berkata: Jangan pernah lelah belajar untuk bekal ilmu nantinya. Itu yang selalu memotivasi saya,” ungkapnya.
Guru lainnya, Abdurrahman Saleh, S.Pd, menekankan pentingnya persiapan sebelum mengajar.
“Yang utama adalah mempersiapkan mental dan menguasai materi,” jelasnya.
Adapun Sri Rahayu Indah Ningsih, SEI, mengaku paling bahagia ketika siswa menunjukkan sikap menghargai guru.
“Hal sederhana seperti memperhatikan saat guru mengajar itu sangat berarti,” tuturnya.
Apresiasi untuk Kekompakan Guru dan Tim Jurnalistik
Husni Bukhori, S.Pd, memberikan apresiasi atas kekompakan seluruh guru dalam mempersiapkan perayaan tahun ini.
Sementara itu, Nanda Nurul, S.Pd, wali kelas X, menegaskan bahwa Hari Guru merupakan momen penting untuk mengenang peran besar guru dalam pembentukan karakter generasi muda.
Ia juga menyampaikan pesan bagi seluruh pendidik:
“Semoga seluruh guru tetap semangat, terus belajar, dan ikhlas dalam mendidik. Mari hadirkan pembelajaran yang bermakna dan membahagiakan bagi siswa,” ucapnya.
Pembina Jurnalistik Media Center Duta, Syapri, S.Ag, mengaku bangga atas kreativitas para anggota tim.
“Anak-anak kompak, kreatif, dan inovatif. Mereka mampu membuat suasana perayaan menjadi lebih hidup,” katanya.
Ketua Tim Jurnalistik: “Kami Berkembang Karena Berani Terjun ke Lapangan”
Ketua Tim Jurnalistik, Mala Nur Aisa, mengungkapkan kebanggaannya atas perkembangan signifikan timnya.
“Perkembangan teman-teman sangat terlihat. Yang ahli editing membantu membimbing adik-adik. Yang paling terasa adalah keberanian kami untuk turun langsung liputan dan mewawancarai narasumber,” tutur Mala.
Ia menegaskan bahwa kesibukan bukanlah penghalang dalam berkarya.
“Justru kesibukan membuat kami makin kompak. Kini kami bukan hanya paham teori, tapi sudah terbiasa praktik dan hasil liputan semakin bagus,” tambahnya.

