Lapas Pekanbaru Gandeng Distankan Kota Pekanbaru, Bekali Warga Binaan Keterampilan Budidaya Ayam Petelur

Palukeadilannews.com

Pekanbaru, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui pembukaan Pelatihan Teknis Budidaya Ayam Petelur yang bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Pekanbaru. Kegiatan berlangsung di Aula Sahardjo Lapas Pekanbaru, Jumat (17/7).


Pelatihan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, didampingi Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distankan Kota Pekanbaru, Zulpan Efendi, beserta jajaran dokter hewan dan penyuluh yang akan memberikan materi selama pelatihan berlangsung.


Kegiatan ini merupakan implementasi dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Lapas Pekanbaru dan Distankan Kota Pekanbaru dalam upaya meningkatkan kompetensi warga binaan melalui pembinaan berbasis keterampilan di bidang peternakan.


Dalam sambutannya, Kalapas Pekanbaru Yuniarto menegaskan bahwa pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek kepribadian, tetapi juga harus mampu membekali warga binaan dengan keterampilan yang bernilai ekonomi.


"Pelatihan budidaya ayam petelur ini merupakan salah satu bentuk pembinaan yang berorientasi pada kemandirian. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk membangun usaha dan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat," ujar Yuniarto.


Ia juga menambahkan bahwa program tersebut sejalan dengan upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus membantu pemenuhan kebutuhan gizi di lingkungan Lapas melalui pengembangan peternakan yang produktif.


Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distankan Kota Pekanbaru, Zulpan Efendi, menyatakan komitmen pihaknya untuk mendampingi pelaksanaan program hingga peserta benar-benar menguasai teknik budidaya ayam petelur.


Menurutnya, pelatihan tidak hanya berisi teori, tetapi juga akan memberikan pemahaman teknis mengenai manajemen pemeliharaan, pemberian pakan, kesehatan ternak, hingga pengelolaan hasil produksi agar dapat diterapkan secara berkelanjutan.


"Kami ingin warga binaan memiliki kompetensi yang benar-benar siap diterapkan. Harapannya, keterampilan ini dapat menjadi modal usaha yang produktif ketika mereka telah selesai menjalani masa pidana," kata Zulpan.


Selama pelatihan, peserta akan mendapatkan materi secara komprehensif dari tim teknis Distankan Kota Pekanbaru yang terdiri atas dokter hewan dan penyuluh peternakan. Selain penyampaian teori, peserta juga akan memperoleh pendampingan teknis agar mampu memahami seluruh tahapan budidaya ayam petelur dengan baik.


Melalui sinergi antara Lapas Pekanbaru dan Distankan Kota Pekanbaru ini, diharapkan program pembinaan kemandirian semakin optimal dalam mencetak warga binaan yang memiliki keterampilan, berdaya saing, mandiri secara ekonomi, serta siap kembali menjadi bagian dari masyarakat yang produktif setelah menyelesaikan masa pembinaan.


*Raisya/06

 

Tags