TELUK KUANTAN – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Provinsi Riau ke-44 di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) diyakini akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagrin) Kuansing, Endripon, menyebutkan bahwa momentum MTQ yang berlangsung pada 26 Juni hingga 3 Juli 2026 menjadi peluang besar untuk meningkatkan pendapatan para pelaku usaha daerah.
“Melalui event MTQ Riau ini, tentu kita menargetkan peningkatan penghasilan bagi pelaku UMKM lokal di Kuantan Singingi. Saat ini ada sekitar 12 ribu pelaku UMKM yang telah terdata oleh kami,” ujar Endripon, Rabu (17/6/2026).
Untuk mendukung promosi dan pemasaran produk lokal, Diskopdagrin Kuansing bersama Dekranasda akan memfasilitasi 15 tenda bagi UMKM unggulan yang ditempatkan di sekitar Mapolsek Kuantan Tengah, kawasan Tepian Narosa. Selain itu, ratusan pelaku UMKM lainnya juga akan beraktivitas di kawasan Limuno yang selama ini menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat.
Dari 15 tenda yang disediakan, lima tenda akan menampilkan produk kerajinan khas Kuansing seperti batik daerah dan suvenir Pacu Jalur. Sementara 10 tenda lainnya akan diisi produk kuliner unggulan, termasuk galamai khas Kuansing yang dikemas menggunakan anyaman daun pandan kering.
“Ada 15 UMKM unggulan yang difasilitasi tendanya oleh Diskopdagrin bekerja sama dengan Dekranasda. Produk yang ditampilkan merupakan hasil unggulan daerah yang siap dipromosikan kepada para tamu dan kafilah dari seluruh Riau,” jelasnya.
Dengan banyaknya pengunjung yang diperkirakan hadir selama MTQ berlangsung, Diskopdagrin memproyeksikan perputaran uang di sektor UMKM dapat mencapai ratusan juta rupiah setiap hari.
“Prediksi kami, perputaran uang selama MTQ bisa mencapai Rp300 juta hingga Rp500 juta per hari,” ungkap Endripon.
Selain UMKM lokal Kuansing, bazar MTQ juga akan diikuti oleh perwakilan kabupaten dan kota se-Provinsi Riau. Kepala Diskopdagrin Kuansing, Masnur Judin, mengatakan seluruh daerah telah menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi dalam bazar produk unggulan daerah.
“Semua daerah ikut mengisi stand bazar. Sebanyak 11 kabupaten/kota sudah mendirikan stand, sementara Indragiri Hilir masih dalam tahap penyelesaian dekorasi. Untuk stand Kuansing sendiri, kami bekerja sama dengan Dekranasda dan baru saja menggelar rapat untuk memastikan produk-produk unggulan yang akan ditampilkan,” kata Masnur.
Kehadiran bazar dan sentra UMKM selama MTQ diharapkan tidak hanya menjadi sarana promosi produk lokal, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi pelaku usaha dan masyarakat Kuansing secara luas.(infotorial)
Tim red(*Deka)

