Bukan hanya karena perayaan hari besar umat Islam yang sarat nilai pengorbanan dan keikhlasan, tetapi juga karena kesempatan untuk kembali menginjakkan kaki di kampung halaman tercinta, Kecamatan Bangun Purba,Rabu(27/5/26).
Sejak pagi, gema takbir, tahmid, dan tahlil menggema dari Masjid Al Amilin. Suara lantunan pujian kepada Allah SWT mengalun syahdu, mengiringi kedatangan ratusan jamaah yang memadati masjid untuk menunaikan Sholat Idul Adha. Di tengah suasana penuh kekhusyukan itu, hadir sosok yang tak asing bagi masyarakat setempat, yakni Bupati Rokan Hulu Anton bersama istrinya, Ketua TP PKK Rohul, Ny. dr. Yeni Dwi Putri.
Kehadiran pasangan tersebut langsung disambut hangat oleh masyarakat. Senyum, sapaan, dan jabat tangan mengalir tanpa sekat, mencerminkan kedekatan yang telah terjalin sejak lama. Bagi warga Bangun Purba, Anton bukan hanya seorang kepala daerah, melainkan juga putra daerah yang tumbuh dan dibesarkan di tanah yang sama.
Momen itu pun menjadi sangat emosional bagi sang bupati. Dalam sambutannya usai pelaksanaan Sholat Id, Anton mengungkapkan rasa haru yang sulit disembunyikan. Baginya, kembali melaksanakan ibadah Idul Adha di kampung halaman merupakan kebahagiaan yang tak ternilai.
“Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya menyampaikan rasa haru sekaligus bahagia karena dapat kembali pulang kampung dan melaksanakan Sholat Idul Adha bersama masyarakat di kampung halaman tercinta ini,” ujar Anton di hadapan jamaah.
Ucapan tersebut disambut dengan tepuk tangan dan senyum hangat masyarakat yang hadir. Banyak warga mengaku bangga melihat putra daerah mereka kini memimpin Kabupaten Rokan Hulu namun tetap menjaga kedekatan dengan masyarakat akar rumput.
Pelaksanaan Sholat Idul Adha di Masjid Al Amilin berlangsung khidmat. Bertindak sebagai khatib adalah Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu, H. Zulkifli Syarif, S.Ag., M.Pd. Dalam khutbahnya, ia mengajak umat Islam untuk meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan ketaatan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat pemerintah daerah, pejabat Eselon II, Camat Bangun Purba, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang memadati area masjid dan halaman sekitarnya.
Dalam arahannya, Anton menegaskan bahwa makna Idul Adha harus dipahami lebih luas dari sekadar ritual penyembelihan hewan kurban. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam ibadah kurban sangat relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini, terutama di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang masih dihadapi.
Ia mengingatkan bahwa semangat pengorbanan yang diajarkan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail harus diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kepedulian terhadap sesama, semangat gotong royong, dan solidaritas sosial.
“Makna kurban adalah bagaimana kita menghadirkan kepedulian sosial, mempererat kebersamaan, dan menumbuhkan rasa empati terhadap sesama. Ketika yang mampu membantu yang membutuhkan, ketika yang kuat menguatkan yang lemah, maka sesungguhnya kita sedang membangun Kabupaten Rokan Hulu dengan fondasi yang kokoh,” katanya.
Pesan tersebut terasa sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Di tengah berbagai tantangan pembangunan dan dinamika ekonomi, semangat saling membantu menjadi modal sosial yang sangat penting untuk menjaga persatuan dan kesejahteraan masyarakat.
Bupati Anton juga menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, jalan, jembatan, atau gedung-gedung pemerintahan. Lebih dari itu, pembangunan sejati adalah membangun manusia dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan yang menjadi kekuatan utama masyarakat.
Menurutnya, pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan pembangunan yang merata hingga ke pelosok desa. Namun keberhasilan pembangunan tidak mungkin dicapai tanpa dukungan dan partisipasi aktif masyarakat.
“Membangun daerah tidak dapat dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan sinergi, persatuan, dan dukungan seluruh masyarakat. Kami berharap doa, dukungan, serta kebersamaan dari seluruh masyarakat Bangun Purba untuk pemerintah daerah dalam melanjutkan pembangunan,” ungkapnya.
Kehadiran Anton di Bangun Purba juga menjadi simbol bahwa seorang pemimpin tidak boleh melupakan akar dan asal-usulnya. Meski kini memegang amanah besar sebagai kepala daerah, ia tetap memandang kampung halamannya sebagai bagian penting dari perjalanan hidupnya.
Bagi masyarakat yang hadir, kedatangan bupati di tengah perayaan Idul Adha menjadi bukti nyata bahwa hubungan antara pemimpin dan rakyat tidak hanya terjalin dalam forum-forum resmi pemerintahan, tetapi juga dalam momen-momen kebersamaan yang penuh makna.
Usai pelaksanaan Sholat Id, suasana keakraban semakin terasa. Anton bersama keluarga menyempatkan diri bersilaturahmi dengan warga, berbincang santai, serta menerima berbagai masukan dan doa dari masyarakat. Momen tersebut menjadi ajang mempererat hubungan emosional antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Di bawah naungan kubah Masjid Al Amilin yang menjadi saksi kebersamaan pagi itu, Anton menutup sambutannya dengan ucapan yang tulus kepada seluruh masyarakat Kabupaten Rokan Hulu.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin,” tuturnya.
Ucapan sederhana itu mengakhiri rangkaian kegiatan yang sarat makna. Idul Adha di Bangun Purba tahun ini bukan hanya menjadi perayaan hari besar keagamaan, tetapi juga menjadi kisah tentang seorang pemimpin yang kembali ke kampung halamannya, merasakan hangatnya pelukan masyarakat, dan menguatkan komitmen untuk membangun Rokan Hulu dengan semangat kebersamaan, pengorbanan, dan kepedulian sosial. Sebab pada akhirnya, dari tanah kelahiranlah lahir kekuatan untuk terus melangkah dan mengabdi bagi daerah yang dicintai.
(*06/raisya)

