Pasir Pengaraian – Suasana belajar tampak begitu hidup di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pasir Pangarayan pada Senin (11/5/2026).
Sejumlah warga binaan terlihat serius mengikuti proses pembelajaran Pendidikan Kesetaraan Paket C yang menjadi bagian dari program pembinaan pendidikan di dalam lapas. Kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Lapas Pasir Pangarayan dalam memberikan hak pendidikan kepada warga binaan sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia selama menjalani masa pidana.
Program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C yang dilaksanakan di Lapas Pasir Pangarayan menjadi salah satu langkah nyata dalam menciptakan pembinaan yang lebih humanis dan berorientasi pada masa depan warga binaan.
Pendidikan tidak hanya dipandang sebagai proses belajar akademik semata, tetapi juga sebagai sarana membangun karakter, meningkatkan rasa percaya diri, serta membuka peluang kehidupan yang lebih baik setelah bebas nantinya.
Dalam kegiatan pembelajaran tersebut, warga binaan mengikuti materi dengan penuh antusias. Mereka tampak aktif mendengarkan penjelasan dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh tenaga pengajar. Semangat belajar yang ditunjukkan menjadi bukti bahwa keterbatasan ruang gerak tidak menghalangi keinginan untuk terus menimba ilmu dan memperbaiki diri.
Program pendidikan kesetaraan ini diperuntukkan bagi warga binaan yang sebelumnya tidak sempat menyelesaikan pendidikan formal. Melalui program tersebut, mereka diberikan kesempatan untuk kembali melanjutkan pendidikan yang sempat terhenti akibat berbagai faktor kehidupan.
Dengan adanya fasilitas pendidikan di dalam lapas, warga binaan dapat memperoleh ijazah setara pendidikan formal yang nantinya berguna sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
Selain meningkatkan kemampuan akademik, pendidikan juga memiliki peran penting dalam proses pembinaan mental dan sosial warga binaan. Melalui kegiatan belajar, mereka diajarkan untuk lebih disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki pola pikir yang lebih positif. Pembelajaran yang rutin dilakukan menjadi media untuk membangun kebiasaan baik sekaligus mengarahkan warga binaan agar memiliki tujuan hidup yang lebih jelas di masa depan.
Pelaksanaan pendidikan kesetaraan di Lapas Pasir Pangarayan juga merupakan bentuk dukungan terhadap salah satu dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, yaitu Pendidikan Kesetaraan bagi Narapidana dan Anak Binaan.
Program tersebut menjadi bagian dari penguatan pembinaan yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia warga binaan agar mampu kembali menjalani kehidupan sosial secara lebih produktif.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi Parlindungan Purba melalui Kasubsi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan, Ega Saputra menyampaikan bahwa pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembinaan warga binaan di dalam lapas.
Menurutnya, warga binaan tetap memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak meskipun sedang menjalani masa pidana. Oleh karena itu, pihak lapas terus berupaya menghadirkan program-program pembinaan yang bermanfaat dan mampu memberikan dampak positif bagi kehidupan warga binaan ke depan.
“Melalui program pendidikan kesetaraan ini, kami berharap warga binaan tetap memiliki kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang layak. Pendidikan menjadi bekal penting bagi mereka untuk meningkatkan kualitas diri serta mempersiapkan kehidupan yang lebih baik saat kembali ke masyarakat nantinya,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pembinaan pendidikan memiliki pengaruh besar terhadap perubahan pola pikir warga binaan. Dengan pengetahuan yang lebih baik, diharapkan mereka dapat lebih siap menghadapi kehidupan setelah bebas dan mampu menjauhi perilaku yang melanggar hukum.
Tidak hanya fokus pada aspek keamanan dan ketertiban, Lapas Pasir Pangarayan terus berupaya menciptakan lingkungan pembinaan yang mendukung proses perubahan perilaku warga binaan. Berbagai program pembinaan terus dijalankan, mulai dari pembinaan kepribadian, keagamaan, keterampilan, hingga pendidikan formal dan nonformal.
Program pendidikan kesetaraan menjadi salah satu bentuk pembinaan yang mendapat perhatian serius karena dinilai mampu memberikan dampak jangka panjang bagi kehidupan warga binaan. Pendidikan dapat membuka wawasan, meningkatkan kemampuan berpikir, serta memberikan peluang yang lebih luas untuk memperoleh pekerjaan dan menjalani kehidupan yang lebih baik setelah selesai menjalani masa pidana.
Semangat warga binaan dalam mengikuti pembelajaran juga menjadi motivasi tersendiri bagi petugas lapas untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pembinaan. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, program pendidikan diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh peserta didik di lingkungan lapas.
Melalui kegiatan pendidikan kesetaraan ini, Lapas Pasir Pangarayan ingin menunjukkan bahwa pembinaan di dalam lapas bukan sekadar menjalani hukuman, tetapi juga proses memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Kesempatan belajar yang diberikan menjadi harapan baru bagi warga binaan untuk bangkit, berkembang, dan kembali menjadi bagian positif di tengah masyarakat.
Dengan terus mengedepankan pendekatan pembinaan yang edukatif dan humanis, Lapas Pasir Pangarayan berkomitmen menciptakan warga binaan yang lebih mandiri, berpengetahuan, serta siap menjalani kehidupan yang lebih produktif setelah bebas nantinya.
(*06/raisya)

