Pekanbaru, 24 Februari 2026 Ibadah puasa di bulan Ramadhan tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga menyimpan manfaat psikologis yang berperan penting dalam menjaga kesehatan mental dan kestabilan emosi.
Di tengah padatnya aktivitas serta tekanan informasi di era digital, puasa dinilai menjadi momen efektif untuk melatih pengendalian diri dan menata keseimbangan batin.
Psikolog Klinis dari Universitas Airlangga, Dian Kartika Amelia Arbi, menjelaskan bahwa secara ilmiah puasa berkaitan dengan perubahan hormon dalam tubuh yang berdampak langsung pada kondisi psikologis seseorang.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat meningkatkan produksi hormon endorfin yang berfungsi menimbulkan rasa tenang, nyaman, serta membantu menurunkan stres secara alami.
Menurutnya, meskipun hasil penelitian dapat bervariasi, proses menahan diri saat berpuasa secara umum memicu tubuh menghasilkan hormon positif yang mendukung suasana hati lebih stabil.
Ia menegaskan bahwa inti utama puasa terletak pada latihan kontrol diri (self-control), yang merupakan fondasi penting dalam kesehatan mental.
Kemampuan mengelola dorongan emosional ini membantu individu menghadapi tekanan pekerjaan, tuntutan akademik, maupun persoalan kehidupan sehari-hari yang berpotensi menimbulkan kecemasan.
Kebiasaan menahan diri dari perilaku berlebihan selama berpuasa juga dinilai mampu memperkuat ketahanan psikologis jika dilakukan secara konsisten.
Meski demikian, puasa tidak dapat dijadikan metode utama untuk menangani gangguan psikologis karena hingga kini belum terdapat bukti ilmiah kuat yang mendukungnya sebagai terapi utama.
Puasa lebih tepat diposisikan sebagai praktik pendukung yang dapat melengkapi intervensi atau penanganan profesional di bidang kesehatan mental.
Dengan manfaat yang menyentuh aspek fisik sekaligus mental, Ramadhan menjadi momentum refleksi diri sekaligus latihan emosional.
Melalui kontrol diri yang terasah selama sebulan penuh, diharapkan individu memiliki ketahanan mental yang lebih baik dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan di masa mendatang.
