Rohul Juara Umum FTBI Riau, Bupati Anton Perkuat Pelestarian Bahasa Melayu di Sekolah

Palukeadilannews.com



Rokan hulu - Keberhasilan Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) meraih predikat Juara Umum pada Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Riau menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Negeri Seribu Suluk. Prestasi tersebut sekaligus mendapat apresiasi dari Balai Bahasa Provinsi Riau sebagai bentuk keberhasilan daerah dalam menjaga dan melestarikan bahasa daerah di tengah perkembangan zaman.

Capaian membanggakan itu mengantarkan Bupati Rokan Hulu, Anton, S.T., M.M., menjadi narasumber utama dalam Zoom Meeting pada gelaran Parade Hari Bahasa Tahun 2026 yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Riau bekerja sama dengan Widyabahasawan Rokan Hulu, Rabu (14/10/2026).

Dalam forum tersebut, Bupati Anton memaparkan berbagai langkah strategis Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu dalam mempertahankan eksistensi bahasa Melayu lokal, khususnya melalui lingkungan pendidikan. Upaya ini dinilai penting agar generasi muda tidak kehilangan identitas budaya dan kemampuan berbahasa daerah yang menjadi bagian dari warisan leluhur.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Rokan Hulu, Alreza Ahyu, S.Pd., M.Si., Ak., mengatakan keikutsertaan Bupati Anton sebagai narasumber merupakan bentuk apresiasi terhadap komitmen pemerintah daerah dalam merawat kearifan lokal.

Menurutnya, keberhasilan kontingen Rohul meraih Juara Umum FTBI Tingkat Provinsi Riau tidak terlepas dari perhatian terhadap pembinaan bahasa daerah yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, tenaga pendidik, hingga komunitas pegiat literasi.

"Penunjukan Bupati Rohul sebagai pemateri merupakan kehormatan dari Balai Bahasa Provinsi Riau atas keberhasilan kontingen Rohul meraih Juara Umum FTBI Riau. Beliau memaparkan langkah taktis penyelamatan bahasa Melayu lokal di sekolah-sekolah," ujar Alreza Ahyu, Rabu (14/10/2026).

Bahasa Melayu Terancam Terkikis Perubahan Zaman

Alreza menjelaskan, pelestarian bahasa Melayu Rokan Hulu menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Pergeseran pola komunikasi di kalangan generasi muda berpotensi mengurangi penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari apabila tidak diimbangi dengan upaya pembinaan secara berkelanjutan.

Di tengah perkembangan teknologi, arus informasi digital, serta semakin beragamnya pola komunikasi anak-anak dan remaja, penggunaan bahasa daerah perlu terus diperkenalkan dan dibiasakan, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah.

Bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga menyimpan nilai sejarah, adat istiadat, sopan santun, serta identitas masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi. Karena itu, menjaga keberadaan bahasa Melayu Rokan Hulu merupakan bagian dari upaya mempertahankan kekayaan budaya daerah.

Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu memandang sekolah sebagai salah satu ruang penting untuk menanamkan kecintaan terhadap bahasa daerah. Melalui pembiasaan sejak dini, peserta didik diharapkan tidak hanya memahami bahasa Melayu lokal, tetapi juga terbiasa menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai langkah konkret, Bupati Anton telah menerbitkan Surat Edaran tertanggal 13 Oktober 2026 tentang Penggunaan Bahasa Daerah dan Pakaian Melayu Riau di lingkungan sekolah.

Melalui kebijakan tersebut, seluruh satuan pendidikan diwajibkan menerapkan penggunaan bahasa daerah dan pakaian Melayu sekurang-kurangnya satu hari dalam sepekan.

Setiap satuan pendidikan diberikan fleksibilitas untuk menentukan hari pelaksanaan sesuai dengan kondisi dan kebijakan masing-masing sekolah. Dengan demikian, penerapan program tersebut diharapkan dapat berjalan secara terencana tanpa mengganggu kegiatan pembelajaran lainnya.

Kebijakan ini sekaligus menjadi dorongan agar bahasa Melayu Rokan Hulu kembali mendapat ruang yang lebih luas dalam aktivitas pendidikan. Tidak hanya dipelajari sebagai bagian dari pengetahuan budaya, bahasa daerah juga diharapkan menjadi kebiasaan komunikasi yang hidup di lingkungan sekolah.

Penggunaan pakaian Melayu turut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal. Melalui perpaduan pembiasaan berbahasa daerah dan penggunaan pakaian tradisional, peserta didik diharapkan semakin mengenal nilai-nilai budaya yang tumbuh di tengah masyarakat Rokan Hulu.

Komunitas Literasi Turut Berperan dalam Prestasi Rohul

Selain memperkuat kebijakan di lingkungan pendidikan, keberhasilan Rohul meraih Juara Umum FTBI Tingkat Provinsi Riau juga mendapat dukungan dari komunitas yang selama ini terlibat dalam pembinaan peserta didik.

Usai mengikuti forum virtual Parade Hari Bahasa Tahun 2026, Bupati Anton menyerahkan sertifikat penghargaan, piagam, serta uang pembinaan kepada jajaran pengurus Komunitas Lenggok Media Production.

Komunitas tersebut dinilai memiliki dedikasi dalam mendukung pembinaan pelajar, khususnya melalui peran sebagai pelatih dan penanggung jawab teknis dalam persiapan menghadapi Festival Tunas Bahasa Ibu.

Pendampingan yang dilakukan menjadi salah satu bagian dari proses pembinaan peserta didik hingga mampu menunjukkan kemampuan dan meraih prestasi dalam kompetisi tingkat provinsi.

Pemberian penghargaan tersebut juga menjadi bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap kontribusi komunitas yang turut mengambil peran dalam pelestarian bahasa dan budaya Melayu Rokan Hulu.

Keberhasilan ini memperlihatkan bahwa pelestarian bahasa daerah membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah dapat menghadirkan kebijakan, sekolah melaksanakan pembelajaran dan pembiasaan, sementara komunitas turut mendukung melalui kegiatan pelatihan, pendampingan, serta pengembangan kreativitas generasi muda.

Kolaborasi tersebut diharapkan terus berlanjut agar pembinaan bahasa daerah tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga membangun kesadaran generasi muda untuk menjaga bahasa ibu sebagai bagian dari identitas mereka.

Prestasi Harus Diikuti Pelestarian Berkelanjutan

Predikat Juara Umum FTBI Tingkat Provinsi Riau menjadi pencapaian yang patut diapresiasi. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan bahasa Melayu Rokan Hulu tetap digunakan dan diwariskan kepada generasi selanjutnya.

Keberhasilan dalam festival perlu diikuti dengan program pembinaan yang berkesinambungan, sehingga kecakapan berbahasa daerah tidak berhenti pada peserta yang mengikuti perlombaan, tetapi juga berkembang di kalangan pelajar secara lebih luas.

Pembiasaan penggunaan bahasa daerah di sekolah diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya rasa bangga terhadap bahasa ibu. Dengan demikian, bahasa Melayu Rokan Hulu tidak hanya dikenal melalui kegiatan kebudayaan, tetapi juga tetap hidup dalam komunikasi sehari-hari.

Langkah Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu melalui penerbitan surat edaran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pelestarian bahasa daerah melalui jalur pendidikan. Keberhasilannya tentu membutuhkan pelaksanaan yang konsisten, dukungan tenaga pendidik, serta keterlibatan orang tua dan masyarakat.

Melalui sinergi pemerintah daerah, sekolah, komunitas literasi, dan keluarga, bahasa Melayu Rokan Hulu diharapkan terus terjaga di tengah perubahan zaman.

Prestasi Juara Umum FTBI Riau pun diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan sesaat, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga warisan bahasa dan budaya daerah bagi generasi mendatang.

Sebab, ketika bahasa daerah tetap digunakan dan diwariskan, identitas serta kekayaan budaya masyarakat juga akan terus hidup.

Tags