Riau -
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Rumbai terus mendorong pemberdayaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui program pembinaan yang produktif dan berkelanjutan.
Salah satu inovasi yang mulai dikembangkan yakni pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) menjadi berbagai produk yang memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi. Program tersebut diluncurkan pada Kamis (8/10/2026).
Program ini menjadi langkah nyata Lapas Narkotika Rumbai dalam memadukan pembinaan keterampilan bagi WBP dengan upaya mendukung pengelolaan limbah yang lebih bermanfaat.
Melalui program tersebut, FABA akan diolah oleh WBP menjadi sejumlah produk, di antaranya paving block, batako hingga pupuk organik. Selain menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi WBP untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan yang dapat dikembangkan setelah menjalani masa pidana.
Peluncuran program ini mendapat dukungan dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau, Rudy F. Sianturi.
Rudy mengatakan, program pemanfaatan FABA diharapkan memberikan dampak positif bagi WBP, tidak hanya dari sisi keterampilan, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui hasil produksi yang mereka kerjakan.
“Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang luas bagi WBP. Selain mendapatkan keterampilan baru, mereka juga akan mendapatkan penghasilan dari hasil penjualan produk-produk yang mereka hasilkan,” ujar Rudy.
Menurutnya, pembinaan keterampilan seperti ini penting sebagai bagian dari proses mempersiapkan WBP agar mampu kembali beradaptasi dan berkontribusi di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.
“Hal ini diharapkan dapat membantu mereka dalam proses reintegrasi ke masyarakat setelah masa pidana mereka berakhir,” sambungnya.
Pemanfaatan FABA tersebut sekaligus memperkuat arah pembinaan di Lapas Narkotika Rumbai yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan kepribadian, tetapi juga peningkatan keterampilan dan kemandirian WBP.
Dengan keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan, WBP diharapkan memiliki bekal untuk membuka peluang usaha maupun bekerja secara produktif ketika kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai pun terus berkomitmen menghadirkan berbagai program pelatihan yang memberikan manfaat nyata bagi WBP.
Program pemanfaatan FABA menjadi salah satu bentuk inovasi pembinaan yang diharapkan dapat terus dikembangkan, sehingga selain mendukung aspek lingkungan, juga mampu menciptakan nilai ekonomi serta menjadi bekal kemandirian bagi WBP.
Melalui program tersebut, pembinaan di balik tembok pemasyarakatan diharapkan tidak berhenti pada menjalani masa pidana, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar, berkarya dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.

