Bupati Afni Tegaskan MTQ Tetap Berjalan di Tengah Keterbatasan Anggaran, Pembinaan Generasi Qur’ani Jadi Prioritas

Palukeadilannews.com



SIAK – Komitmen Pemerintah Kabupaten Siak dalam membangun generasi Qur’ani terus diperkuat. Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Bupati Siak Afni Zulkifli menegaskan bahwa pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) harus tetap berjalan.

Baginya, pembinaan qori dan qoriah jauh lebih penting daripada membangun astaka yang megah, karena keberhasilan sesungguhnya terletak pada lahirnya generasi yang mencintai, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an.

Pesan tersebut disampaikan Afni saat membuka MTQ tingkat Kecamatan Minas di Lapangan Bola Kampung Rantau Bertuah, Jumat (16/10/2026). 

Kegiatan yang berlangsung hingga 18 Oktober 2026 ini bukan sekadar agenda perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi momentum memperkuat syiar Islam, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan semangat masyarakat dalam membumikan Al-Qur’an di kehidupan sehari-hari.

Di hadapan masyarakat yang hadir, Afni menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh memadamkan semangat membangun kehidupan keagamaan. 

Pemerintah daerah, menurutnya, harus tetap memberikan perhatian terhadap kegiatan yang berdampak langsung pada pembentukan karakter dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Di tengah keterbatasan anggaran, saya bersama Wakil Bupati Siak tidak akan menghilangkan pelaksanaan MTQ karena pembinaan qori dan qoriah sangat menjadi perhatian,” tegas Afni.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur, gedung, dan fasilitas fisik.

Pembangunan juga harus menyentuh aspek spiritual, moral, dan karakter masyarakat sebagai fondasi mewujudkan kehidupan yang lebih baik.

Bagi Afni, MTQ merupakan salah satu ruang penting untuk menemukan, membina, dan mengembangkan potensi generasi muda. 

Melalui kegiatan ini, anak-anak dan remaja memiliki kesempatan menunjukkan kemampuan membaca Al-Qur’an, meningkatkan kepercayaan diri, sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini.

Karena itu, keberlangsungan MTQ harus menjadi perhatian bersama. Pemerintah daerah, lembaga keagamaan, para pelatih, orang tua, dan masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya generasi Qur’ani.

Prestasi Nasional Jadi Bukti Pembinaan Berkelanjutan

Komitmen terhadap pembinaan qori dan qoriah bukan tanpa hasil. Kabupaten Siak telah mencatatkan prestasi melalui salah seorang peserta yang mewakili Provinsi Riau dan berhasil meraih peringkat kedua pada cabang Tilawah Tartil Putra di MTQ tingkat nasional.

Prestasi tersebut menjadi kabar menggembirakan sekaligus bukti bahwa pembinaan yang dilakukan secara konsisten memiliki peluang besar untuk melahirkan peserta berprestasi.

Keberhasilan ini juga menunjukkan bahwa potensi daerah dapat berkembang apabila memperoleh pendampingan, pelatihan, dan kesempatan berkompetisi secara berkelanjutan.

Pencapaian di tingkat nasional tentu tidak dapat dilepaskan dari proses panjang yang melibatkan banyak pihak. 

Kemampuan peserta perlu diasah melalui latihan rutin, bimbingan tenaga berpengalaman, serta dukungan lingkungan yang mendorong peningkatan kualitas bacaan dan penguasaan kaidah tilawah.

Atas dasar itu, pemerintah daerah memandang pembinaan sebagai investasi jangka panjang. 

Prestasi tidak cukup hanya dikejar menjelang perlombaan, tetapi harus dipersiapkan melalui proses yang terencana dan berkesinambungan.

Dengan demikian, MTQ tingkat kecamatan seperti yang dilaksanakan di Minas memiliki arti strategis. 

Ajang ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengukur kemampuan, menambah pengalaman, dan mempersiapkan diri menuju kompetisi pada jenjang yang lebih tinggi.

Lebih dari sekadar mencari juara, MTQ diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an di tengah masyarakat. 

Sebab, keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari jumlah piala yang diraih, tetapi juga dari semakin banyaknya masyarakat yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman kehidupan.

Quran Center Disiapkan sebagai Pusat Pembinaan

Untuk memperkuat upaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Siak juga melakukan pemindahan dan renovasi kantor Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) ke Mess Pemda di pusat Kota Siak Sri Indrapura.

Lokasi tersebut dikembangkan secara bertahap menjadi Quran Center yang diharapkan dapat mendukung pembinaan qori dan qoriah secara lebih terarah.

Keberadaan Quran Center menjadi bagian dari upaya membangun sistem pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada persiapan menghadapi MTQ, tetapi juga memberikan ruang bagi pengembangan kemampuan peserta dalam jangka panjang.

Melalui fasilitas tersebut, proses pembinaan diharapkan dapat berlangsung lebih terorganisasi, mulai dari peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an, pendalaman kaidah tilawah, hingga persiapan mengikuti kompetisi di berbagai tingkatan.

Pembangunan pusat pembinaan ini juga memperlihatkan bahwa penguatan kehidupan keagamaan membutuhkan keseriusan dan perencanaan. 

Infrastruktur pendukung tetap diperlukan, tetapi penggunaannya harus diarahkan pada kebutuhan utama, yakni peningkatan kualitas peserta dan keberlanjutan pembinaan.

Sejalan dengan penegasan Afni, kemegahan bangunan bukanlah tujuan akhir. Fasilitas yang tersedia harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi tempat berkembangnya potensi generasi muda.

Dengan pembinaan yang konsisten, Kabupaten Siak diharapkan mampu mempertahankan prestasi yang telah diraih sekaligus melahirkan lebih banyak qori dan qoriah berkualitas yang dapat membawa nama daerah di tingkat provinsi maupun nasional.

Kampung Rantau Bertuah, Bagian dari Perjalanan Pengabdian

Pembukaan MTQ di Kampung Rantau Bertuah juga memiliki makna tersendiri bagi Afni. Dalam kesempatan tersebut, ia mengenang kampung itu sebagai salah satu tempat yang memiliki nilai sejarah dalam perjalanan politik dan pengabdiannya kepada masyarakat.

Afni menceritakan bahwa dirinya pertama kali datang ke kampung tersebut untuk menemui masyarakat yang mengadukan persoalan perkebunan K2I pada masa pemerintahan Bupati Siak saat itu, Arwin.

Pertemuan dengan masyarakat tersebut menjadi salah satu pengalaman yang membekas dalam ingatannya.

“Kampung Rantau Bertuah ini sudah menjadi sejarah pertama saya ingin mencalonkan diri. Saat itu masyarakat banyak mengadu terkait perkebunan K2I yang masuk dalam kawasan,” ungkapnya.

Kenangan itu sekaligus menggambarkan pentingnya mendengar langsung aspirasi masyarakat sebagai bagian dari proses membangun daerah.

Bagi seorang pemimpin, kedekatan dengan masyarakat bukan hanya ditunjukkan melalui kehadiran dalam kegiatan seremonial, tetapi juga melalui kesediaan mendengarkan persoalan yang dihadapi warga dan memperjuangkan penyelesaian yang berpihak pada kepentingan bersama.

Dalam konteks pembangunan Kabupaten Siak, komunikasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi salah satu unsur penting agar kebijakan yang dirumuskan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Pengembangan Energi Harus Sejalan dengan Kebutuhan Masyarakat

Selain menyampaikan komitmen terhadap pembinaan keagamaan, Afni juga menyoroti rencana Pertamina Hulu Rokan (PHR) melakukan eksplorasi sumur minyak baru yang masih menghadapi kendala persoalan lahan.

Dalam rapat bersama Kantor Staf Presiden pada Jumat siang, Afni meminta agar kepentingan masyarakat, khususnya warga Kecamatan Minas dan Kandis, turut menjadi perhatian dalam rencana pengembangan sektor energi tersebut.

Ia menekankan bahwa pengembangan potensi minyak dan gas bumi perlu berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah kegiatan.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatiannya adalah ketersediaan air bersih. Selain itu, pembangunan infrastruktur juga perlu mendapat perhatian agar masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan secara lebih nyata.

“Saya sampaikan masyarakat Minas dan Kandis itu baik, tetapi saya minta perhatikan masyarakat kami, terutama terkait ketersediaan air bersih,” kata Afni.

Pesan tersebut menegaskan pentingnya keseimbangan antara pengembangan sektor energi dan kepentingan masyarakat. Aktivitas ekonomi dan investasi diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pembangunan daerah tanpa mengabaikan kebutuhan dasar warga.

Ketersediaan air bersih, infrastruktur yang memadai, dan pelayanan publik yang baik merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah dan pihak terkait diperlukan agar rencana pembangunan dapat berjalan dengan memperhatikan kondisi sosial serta kebutuhan masyarakat setempat.

Membangun Siak Melalui Penguatan Spiritual dan Kesejahteraan

Pelaksanaan MTQ Kecamatan Minas menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah memiliki dimensi yang luas. Kemajuan tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas manusia, kekuatan karakter, serta kehidupan sosial dan keagamaan yang harmonis.

Komitmen Pemerintah Kabupaten Siak untuk mempertahankan MTQ di tengah keterbatasan anggaran memperlihatkan pentingnya menentukan prioritas pembangunan secara tepat. Pembinaan qori dan qoriah menjadi salah satu investasi sumber daya manusia yang diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Di sisi lain, perhatian terhadap ketersediaan air bersih dan infrastruktur di Minas serta Kandis menunjukkan bahwa pembangunan juga harus menjawab kebutuhan nyata masyarakat.

Kedua hal tersebut menjadi bagian dari upaya membangun daerah yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai spiritual dan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Melalui sinergi pemerintah, lembaga keagamaan, dunia usaha, dan masyarakat, Kabupaten Siak diharapkan dapat terus mengembangkan potensi daerah sekaligus menjaga nilai-nilai Melayu dan keislaman yang menjadi bagian dari identitas masyarakatnya.

Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan bukan semata-mata tentang seberapa megah fasilitas yang berdiri, melainkan seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat. Pembinaan generasi Qur’ani, pemenuhan kebutuhan dasar, dan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Kabupaten Siak yang semakin maju, religius, dan berdaya saing.

(MC Siak/hallobintang.com)

Tags