BENGKALIS – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kembali ditegaskan Bupati Bengkalis, Hj. Kasmarni. Di tengah kondisi fiskal yang penuh tantangan dan kebijakan efisiensi anggaran, Bupati Kasmarni memastikan kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan tetap menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
Kasmarni menegaskan, keterbatasan fiskal dan efisiensi anggaran tidak boleh dijadikan alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan kesehatan. Sebaliknya, kondisi tersebut harus mendorong seluruh pihak untuk semakin kreatif, efektif dan inovatif dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Kasmarni saat menghadiri Pelantikan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bengkalis Periode 2025–2028 yang dirangkaikan dengan Pertemuan Ilmiah Berkala (PIB) V Tahun 2026 di Hotel Amadeo Duri, Kecamatan Mandau, Minggu (9/8/2026).
Momentum tersebut menjadi semakin penting dengan dilantiknya dr. Benni Andica Surya sebagai Ketua IDI Cabang Bengkalis Periode 2025–2028 bersama jajaran pengurus lainnya. Pelantikan dilakukan oleh Ketua IDI Wilayah Riau, dr. Marham Effendi.
Atas pelantikan tersebut, Bupati Kasmarni menyampaikan ucapan selamat dan tahniah kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan IDI Bengkalis mampu membawa organisasi semakin kuat, menjaga marwah profesi dokter serta terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme para anggotanya.
Kesehatan Fondasi Utama Pembangunan
Menurut Kasmarni, pembangunan kesehatan memiliki posisi yang sangat strategis karena berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia. Masyarakat yang sehat merupakan modal penting bagi daerah untuk tumbuh dan berkembang.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bengkalis membutuhkan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi profesi kedokteran. IDI diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun sistem kesehatan yang kuat, berkualitas, responsif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Keterbatasan anggaran jangan menjadi alasan untuk menurunkan standar pelayanan. Mari kita buktikan bahwa dengan sumber daya yang terbatas, kita tetap mampu memberikan pelayanan yang berkualitas, manusiawi dan profesional,” tegas Kasmarni.
Pernyataan tersebut menjadi pesan kuat bahwa efisiensi anggaran harus dilakukan secara bijaksana. Penghematan tidak boleh menghilangkan hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan dasar, terutama pelayanan kesehatan.
Menurut Kasmarni, yang dibutuhkan saat ini adalah pengelolaan sumber daya secara tepat, penentuan skala prioritas dan penguatan kolaborasi. Dengan cara tersebut, keterbatasan anggaran diharapkan tidak menghambat upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
Dokter Tak Hanya Mengobati, Tapi Mencegah
Selain memastikan pelayanan pengobatan tetap berkualitas, Bupati Kasmarni mendorong para dokter untuk memperluas peran melalui pendekatan promotif dan preventif.
Dokter diharapkan tidak hanya hadir ketika masyarakat sudah sakit, tetapi juga aktif memberikan edukasi agar masyarakat mampu menjaga kesehatan dan mencegah berbagai penyakit sejak dini.
Kasmarni menilai pendekatan tersebut sangat penting dalam menghadapi berbagai persoalan kesehatan yang masih menjadi perhatian, seperti stunting, kesehatan ibu dan anak, persoalan gizi, penyakit menular maupun penyakit tidak menular.
“Bukan hanya mengobati ketika masyarakat sakit, tetapi ikut hadir mencegah, mengedukasi, dan membangun masyarakat agar tetap sehat,” ujarnya.
Menurutnya, edukasi kesehatan harus semakin dekat dengan masyarakat. Pengetahuan tentang pola hidup sehat, pemenuhan gizi, kebersihan lingkungan dan pemeriksaan kesehatan secara berkala perlu terus ditingkatkan.
Dengan pendekatan preventif, pemerintah bersama tenaga kesehatan dapat menekan berbagai risiko penyakit sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Perkuat Kemitraan Pemkab dan IDI
Kasmarni juga mengajak IDI Cabang Bengkalis untuk memperkuat komunikasi, koordinasi dan kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Bengkalis.
Ia menyadari berbagai persoalan kesehatan memiliki kompleksitas yang tidak mungkin diselesaikan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan keterlibatan dokter, tenaga kesehatan, rumah sakit, organisasi profesi dan seluruh pemangku kepentingan.
“Jika ada persoalan, mari kita duduk bersama. Jika ada keterbatasan, mari kita cari solusi bersama. Jika ada inovasi, mari kita kembangkan bersama. Dan jika ada keberhasilan, mari kita persembahkan bersama untuk masyarakat,” ajaknya.
Semangat tersebut diharapkan menjadi landasan bagi IDI Bengkalis dalam menjalankan amanah organisasi selama periode kepengurusan 2025–2028.
Kasmarni juga berharap para dokter terus menghadirkan inovasi dalam pelayanan kesehatan serta memberikan masukan konstruktif kepada pemerintah daerah. Dengan komunikasi yang terbuka, berbagai persoalan di lapangan dapat diidentifikasi dan dicarikan solusi secara bersama-sama.
PIB V Perkuat Kompetensi Dokter
Pelantikan pengurus IDI Cabang Bengkalis turut dirangkaikan dengan Pertemuan Ilmiah Berkala (PIB) V Tahun 2026.
Kegiatan ini menjadi ruang penting bagi para dokter untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan dan kompetensi. Perkembangan ilmu kedokteran yang semakin cepat menuntut tenaga medis untuk terus belajar dan memperbarui kemampuan.
Selain meningkatkan kapasitas profesional, pertemuan ilmiah tersebut juga menjadi wadah memperkuat jejaring antarinsan kesehatan di Kabupaten Bengkalis. Kolaborasi dan pertukaran pengetahuan diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di berbagai fasilitas kesehatan.
Rangkaian kegiatan juga berlangsung semarak dengan adanya undian doorprize bagi peserta dan undangan. Bupati Kasmarni turut berkesempatan mencabut undian, dengan salah satu hadiah berupa sepeda.
Menuju Pelayanan Kesehatan yang Semakin Berkualitas
Menutup sambutannya, Bupati Kasmarni kembali menegaskan harapannya agar kepengurusan IDI Cabang Bengkalis yang baru dapat menjadi motor penggerak dalam memperkuat profesi kedokteran dan membangun kemitraan yang semakin solid dengan pemerintah daerah.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya diukur dari tersedianya fasilitas dan tenaga kesehatan, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat mendapatkan pelayanan yang mudah, cepat, berkualitas dan manusiawi.
Sinergi antara Pemkab Bengkalis dan IDI diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan kesehatan sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat Bengkalis yang sehat dan produktif.
“Dokter sehat, masyarakat kuat. Pelayanan berkualitas, Bengkalis semakin hebat,” pungkas Kasmarni.
Turut mendampingi Bupati Bengkalis, Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis dr. Ersan Saputra TH, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis Ermanto, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bengkalis Salman Alfarisi, Kepala BPKAD Kabupaten Bengkalis Aready, Direktur RSUD Mandau drg. Sylvia Anggraini, Direktur RSUD Bengkalis dr. Azahari Effendi, Camat Bathin Solapan Muhammad Rusydy, Camat Pinggir Zama Riko Dakanahay, Camat Talang Muandau Heru Syafrian, serta para dokter dari rumah sakit umum daerah maupun rumah sakit swasta se-Kabupaten Bengkalis.
Momentum pelantikan dan PIB V tersebut diharapkan menjadi awal penguatan kolaborasi antara IDI dan pemerintah daerah. Dengan semangat profesionalisme, inovasi dan pengabdian, pelayanan kesehatan di Kabupaten Bengkalis diharapkan terus berkembang dan semakin mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Pada akhirnya, keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk memberikan pelayanan terbaik. Justru melalui efisiensi yang tepat, kerja bersama dan komitmen seluruh tenaga kesehatan, pembangunan kesehatan Bengkalis dapat terus bergerak menuju pelayanan yang lebih berkualitas, merata dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

