Bupati Kasmarni Kenang Dedikasi Yuhelmi, Putra Terbaik Bengkalis yang Berpulang

Palukeadilannews.com


BENGKALIS – Kepergian Yuhelmi, salah seorang putra terbaik Kabupaten Bengkalis, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, jajaran Pemerintah Kabupaten Bengkalis, keluarga besar Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI), serta berbagai pihak yang selama ini mengenal sosok almarhum.

Bupati Bengkalis, Hj. Kasmarni, menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya Yuhelmi yang meninggal dunia dalam usia 64 tahun. Bagi Pemerintah Kabupaten Bengkalis, kepergian almarhum bukan hanya menjadi kehilangan bagi keluarga, tetapi juga kehilangan sosok yang selama perjalanan hidupnya telah memberikan tenaga, pikiran dan pengabdian bagi daerah.

Yuhelmi dikenal sebagai purna Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki perjalanan panjang dalam pemerintahan. Selama masa pengabdiannya, almarhum pernah dipercaya menduduki sejumlah jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, termasuk sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).

Pengabdian tersebut menjadi bagian dari perjalanan pembangunan Kabupaten Bengkalis. Berbagai amanah yang pernah diberikan kepadanya menjadi bukti kepercayaan pemerintah terhadap pengalaman, kemampuan dan pemikiran yang dimilikinya.

Menariknya, pengabdian Yuhelmi terhadap daerah ternyata tidak berhenti ketika memasuki masa purna tugas. Setelah menyelesaikan masa baktinya sebagai ASN, almarhum masih dipercaya memberikan kontribusi sebagai Tenaga Ahli Bupati Bengkalis.

Selain itu, Yuhelmi juga mengemban amanah sebagai Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Bengkalis. Peran tersebut semakin memperlihatkan bahwa pengalaman dan pemikiran almarhum masih dibutuhkan dalam memberikan sumbangsih bagi daerah maupun keluarga besar purna ASN.

Namun, takdir berkata lain. Yuhelmi berpulang di Puskesmas Pambang Pesisir ketika menghadiri sebuah kegiatan. Sebelum kabar duka tersebut datang, almarhum bahkan masih sempat menjalankan aktivitas dan menjadi narasumber di Radio Republik Indonesia (RRI) Bengkalis.

Kepergian yang terjadi di tengah aktivitas pengabdian itu menjadi kenangan tersendiri bagi orang-orang yang mengenal almarhum. Sosok yang selama ini masih aktif berkontribusi bagi masyarakat dan daerah, kini telah meninggalkan dunia untuk selamanya.

Bupati Kasmarni menyampaikan bahwa almarhum merupakan sosok yang telah memberikan dedikasi dalam perjalanan pembangunan Kabupaten Bengkalis.

“Atas nama pribadi, keluarga dan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Bapak Yuhelmi. Beliau telah mendedikasikan waktu, tenaga dan pemikirannya untuk kemajuan Kabupaten Bengkalis, baik ketika masih aktif sebagai ASN maupun setelah memasuki masa purna tugas,” ujar Kasmarni.

Menurut Bupati, pengabdian seseorang kepada daerah tidak semata-mata diukur dari jabatan yang pernah diemban. Lebih dari itu, nilai pengabdian tercermin dari ketulusan dalam memberikan pemikiran, tenaga dan perhatian terhadap kemajuan masyarakat.

Dalam konteks tersebut, perjalanan Yuhelmi menjadi bagian dari sejarah panjang pembangunan Kabupaten Bengkalis. Berbagai jabatan dan amanah yang pernah dijalankan menjadi catatan pengabdian yang akan terus dikenang.

Bagi keluarga besar Pemkab Bengkalis, sosok Yuhelmi juga meninggalkan pengalaman dan keteladanan yang dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus. Dedikasi seorang aparatur, menurut semangat yang disampaikan Bupati Kasmarni, tidak harus berakhir ketika masa tugas resmi selesai.

Hal itu terlihat dari kiprah Yuhelmi yang tetap memberikan kontribusi setelah pensiun. Kepercayaan sebagai Tenaga Ahli Bupati dan Ketua PWRI menjadi bukti bahwa pengalaman serta pengabdiannya masih memiliki arti bagi daerah.

Kasmarni juga mendoakan agar seluruh amal ibadah dan pengabdian almarhum mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT.

“Semoga seluruh amal ibadah dan pengabdian beliau diterima Allah SWT, diampuni segala dosa dan khilafnya, serta ditempatkan di tempat yang terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan, kesabaran dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini,” tutur Kasmarni.

Ucapan belasungkawa tersebut menjadi bentuk penghormatan Pemerintah Kabupaten Bengkalis terhadap perjalanan pengabdian Yuhelmi. Di tengah kesedihan atas kehilangan, doa dan penghargaan menjadi pengiring terakhir bagi sosok yang telah memberikan sebagian besar hidupnya untuk daerah.

Kepergian Yuhelmi sekaligus mengingatkan bahwa setiap pengabdian akan meninggalkan jejak. Jabatan mungkin memiliki batas waktu, namun kebaikan, pemikiran dan kontribusi yang diberikan kepada masyarakat dapat terus dikenang.

Kini, keluarga yang ditinggalkan harus menerima kenyataan pahit kehilangan sosok yang dicintai. Begitu pula rekan-rekan kerja dan keluarga besar PWRI yang kehilangan seorang sahabat sekaligus figur yang selama ini aktif memberikan kontribusi.

Pemerintah Kabupaten Bengkalis berharap keluarga almarhum diberikan kekuatan dalam melewati masa duka. Sementara seluruh kebaikan dan pengabdian Yuhelmi diharapkan menjadi amal jariyah serta catatan baik sepanjang perjalanan hidupnya.

Selamat jalan, Pak Yuhelmi. Terima kasih atas pengabdian, pemikiran dan dedikasi yang telah diberikan untuk Kabupaten Bengkalis. Jejak pengabdian boleh berakhir bersama perjalanan hidup, tetapi kebaikan yang ditinggalkan akan tetap hidup dalam ingatan mereka yang pernah mengenal dan merasakan manfaatnya.