Pekanbaru – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru melalui Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik menggelar berbagai perlombaan bernuansa religi bagi warga binaan, Senin (15/06).
Kegiatan yang dipusatkan di Masjid At-Taubah Lapas Pekanbaru tersebut dibuka secara resmi dalam suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Perlombaan hari pertama diawali dengan lomba adzan yang diikuti warga binaan dengan antusias dan penuh penghayatan.
Beragam cabang perlombaan yang diselenggarakan meliputi lomba Adzan, Seni Tilawah Al-Qur'an, Tahfidz, Sholat Witir, serta Tausiyah. Kegiatan ini akan berlangsung selama enam hari sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian berbasis keagamaan yang rutin dilaksanakan di lingkungan Lapas Pekanbaru.
Untuk menjamin kualitas dan objektivitas penilaian, panitia menghadirkan dewan juri yang kompeten dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Riau, Kementerian Agama Kota Pekanbaru, dan Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) Kota Pekanbaru.
Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, mengatakan bahwa peringatan Tahun Baru Islam menjadi momentum penting untuk memperkuat pembinaan mental dan spiritual warga binaan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan potensi keagamaan yang dimiliki sekaligus meningkatkan keimanan dan ketakwaan mereka. Harapannya, nilai-nilai positif yang diperoleh dapat menjadi bekal saat kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.
Salah seorang peserta lomba, Husein, mengaku bersyukur dapat mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Menurutnya, perlombaan ini tidak hanya menjadi ajang untuk mengasah kemampuan, tetapi juga mempererat hubungan spiritual dengan Allah SWT.
“Saya merasa senang dan termotivasi mengikuti lomba ini. Selain menambah kepercayaan diri, kegiatan ini juga membuat saya lebih mendekatkan diri kepada Allah dan memperbaiki bacaan serta ibadah saya,” ungkap Husein.
Melalui peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah ini, Lapas Pekanbaru berharap dapat menumbuhkan semangat religius, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta meningkatkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan di antara warga binaan, sehingga proses pembinaan dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak positif bagi kehidupan mereka di masa mendatang.
(*06/raisya)

