Pekanbaru – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Rumbai kembali melaksanakan kegiatan pembinaan kepribadian melalui ibadah agama Buddha yang diikuti oleh warga binaan beragama Buddha.
Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh kekhusyukan sebagai bagian dari upaya pembinaan spiritual guna meningkatkan kualitas keimanan, moral, dan karakter warga binaan, Rabu(17/6/26).
Ibadah dipimpin oleh Penyuluh Agama Buddha Kota Pekanbaru, Sri Ariyatun, S.Pd., yang dalam ceramahnya mengajak warga binaan untuk senantiasa menumbuhkan kesadaran diri, memperkuat nilai-nilai kebajikan, serta menjadikan masa pembinaan sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan menata kehidupan yang lebih baik di masa depan. Kehadiran penyuluh agama ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam memberikan pelayanan dan pembinaan keagamaan bagi warga binaan umat Buddha.
Dalam kesempatan tersebut, warga binaan menerima bantuan berupa buku-buku keagamaan Buddha yang merupakan donasi dari Yayasan Ehipassiko. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran dan pendalaman ajaran Buddha, sehingga warga binaan memiliki akses yang lebih luas terhadap literatur keagamaan selama menjalani masa pembinaan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Buddha Provinsi Riau, Juni Ardhi, S.Pd.B., yang memberikan motivasi serta penguatan spiritual kepada warga binaan. Pada kesempatan yang sama, Juni Ardhi juga menyerahkan buku-buku keagamaan hasil donasi dari Yayasan Bodhinanda sebagai bentuk kepedulian terhadap pembinaan mental dan spiritual warga binaan. Dukungan dari para penyuluh agama dan lembaga keagamaan dinilai memiliki peran penting dalam mendukung proses pembinaan yang humanis dan berkelanjutan.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai, Reinhards Indra Pitoy, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para penyuluh agama Buddha serta yayasan yang telah memberikan kontribusi nyata dalam pembinaan warga binaan.
Menurutnya, sinergi antara Lapas dengan para penyuluh agama dan lembaga keagamaan sangat diperlukan untuk menciptakan program pembinaan yang berdampak positif serta membantu warga binaan dalam proses pembentukan karakter yang lebih baik.
Melalui kegiatan ibadah dan penyerahan buku keagamaan ini, Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai berharap warga binaan dapat semakin meningkatkan pemahaman terhadap ajaran Buddha, memperkuat nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan sehari-hari, serta memiliki bekal spiritual yang kuat untuk kembali menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat setelah menyelesaikan masa pidananya.
(*06/raisya)

