PEKANBARU – Suasana di lingkungan Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru mendadak geger, Kamis (11/6/2026) siang. Enam tahanan yang baru tiba menggunakan mobil tahanan dilaporkan melarikan diri saat proses penurunan di area pengadilan untuk menjalani persidangan.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.00 WIB itu langsung memicu aksi cepat aparat kepolisian, petugas kejaksaan, dan pengamanan pengadilan. Dari enam tahanan yang kabur, satu orang berhasil diamankan kembali tidak lama setelah kejadian, sementara lima lainnya hingga sore hari masih dalam pengejaran aparat gabungan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, para tahanan tersebut diduga memanfaatkan celah saat proses penurunan dari kendaraan tahanan di halaman samping PN Pekanbaru. Sebelum sempat dimasukkan ke ruang tahanan sementara, mereka berupaya meloloskan diri dan berhamburan meninggalkan area pengadilan.
Kejadian tersebut sontak mengundang perhatian masyarakat dan para pengunjung yang berada di sekitar lokasi. Sejumlah petugas terlihat berlari melakukan pengejaran begitu mengetahui adanya tahanan yang kabur.
Salah seorang tahanan yang ikut melarikan diri berhasil ditangkap kembali hanya beberapa saat setelah insiden terjadi. Tahanan tersebut kemudian langsung diamankan ke dalam sel tahanan PN Pekanbaru.
Sementara itu, lima tahanan lainnya masih belum berhasil ditemukan. Aparat kepolisian segera melakukan penyisiran dan pengejaran di sejumlah titik yang diduga menjadi jalur pelarian para tahanan tersebut.
Kasat Narkoba Polresta Pekanbaru, Noki Loviko, terlihat turun langsung memimpin proses pencarian di sekitar kawasan pengadilan. Saat ditemui wartawan, ia membenarkan adanya tahanan yang melarikan diri dan menegaskan bahwa aparat sedang berupaya maksimal untuk menangkap para pelaku.
"Ya, segera kita kejar dan tangkap mereka yang lari," ujarnya singkat.
Meski belum memberikan keterangan rinci, pernyataan tersebut menunjukkan respons cepat aparat dalam menangani insiden yang terjadi di salah satu pusat penegakan hukum di Kota Pekanbaru.
Informasi yang beredar menyebutkan, pada hari itu terdapat sekitar 40 tahanan yang dijadwalkan menjalani sidang di PN Pekanbaru. Dengan jumlah tahanan yang cukup banyak, proses pemindahan dan pengawalan menjadi perhatian penting, terutama terkait aspek keamanan dan pengawasan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai identitas enam tahanan yang kabur maupun perkara yang tengah mereka hadapi. Pihak kejaksaan dan pengadilan juga belum memberikan penjelasan lengkap terkait kronologi kejadian.
Sejumlah petugas yang berada di lokasi memilih belum memberikan komentar kepada awak media. Upaya konfirmasi yang dilakukan kepada petugas penjagaan tahanan juga masih belum membuahkan hasil.
Insiden ini memunculkan berbagai pertanyaan terkait sistem pengamanan dan prosedur pengawalan tahanan saat memasuki area pengadilan. Dari pengamatan di lapangan, lokasi penurunan tahanan berada cukup dekat dengan akses keluar menuju Jalan Teratai.
Jarak antara titik penurunan tahanan dan gerbang utama pengadilan diperkirakan hanya sekitar enam meter. Kondisi tersebut dinilai cukup rawan apabila tidak didukung pengamanan berlapis serta pengawasan yang ketat.
Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi mengaku terkejut dengan kejadian tersebut. Mereka tidak menyangka para tahanan dapat meloloskan diri meski berada dalam pengawalan aparat.
“Awalnya kami kira ada keributan biasa. Ternyata ada tahanan yang kabur dan petugas langsung berlari mengejar,” ujar seorang warga yang menyaksikan kejadian.
Kaburnya tahanan dari lingkungan pengadilan tidak hanya menjadi perhatian aparat penegak hukum, tetapi juga masyarakat luas. Peristiwa semacam ini dinilai berpotensi menimbulkan keresahan publik apabila para tahanan yang melarikan diri belum segera ditangkap kembali.
Karena itu, aparat kepolisian terus melakukan pengejaran secara intensif dengan mengerahkan sejumlah personel ke berbagai lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian para tahanan.
Selain fokus pada upaya penangkapan, insiden ini juga diperkirakan akan menjadi bahan evaluasi bagi instansi terkait. Prosedur pengamanan tahanan, mulai dari penjemputan, perjalanan menuju pengadilan hingga proses penurunan dari kendaraan tahanan, kemungkinan akan ditinjau ulang guna mencegah kejadian serupa terulang.
Hingga Kamis sore, aparat masih terus memburu lima tahanan yang belum berhasil diamankan. Masyarakat yang mengetahui keberadaan para tahanan tersebut diimbau segera melapor kepada pihak kepolisian terdekat guna membantu proses penangkapan.
Kasus ini menjadi sorotan karena terjadi di tengah proses penegakan hukum yang berlangsung di PN Pekanbaru. Publik kini menanti penjelasan resmi dari pihak kejaksaan, pengadilan, dan kepolisian terkait kronologi lengkap kejadian, identitas para tahanan yang kabur, serta langkah evaluasi yang akan dilakukan untuk memperkuat sistem pengamanan di lingkungan pengadilan.
(*06/raisya)

