PEKANBARU – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Rumbai terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban dengan menggelar razia blok hunian yang dirangkaikan dengan tes urine bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Rabu (6/5).
Kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan sekaligus memastikan lingkungan lapas tetap steril dari barang-barang terlarang serta penyalahgunaan narkotika.
Razia diawali dengan penggeledahan menyeluruh di setiap kamar hunian. Petugas pengamanan melakukan pemeriksaan secara teliti terhadap seluruh sudut ruangan, mulai dari tempat tidur, lemari, hingga area tersembunyi lainnya.
Hal ini dilakukan guna memastikan tidak adanya barang terlarang seperti handphone, senjata tajam, maupun narkoba yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di dalam lapas.
Pelaksanaan razia berlangsung tertib dan humanis, dengan tetap mengedepankan pendekatan persuasif kepada para warga binaan. Petugas juga memberikan pemahaman bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi seluruh penghuni lapas.
Usai pelaksanaan penggeledahan, kegiatan dilanjutkan dengan tes urine terhadap sejumlah WBP yang dipilih secara acak. Pemeriksaan dilakukan di Klinik Lapas dengan pengawasan ketat dari tim medis serta petugas pengamanan. Langkah ini bertujuan untuk memastikan secara langsung bahwa tidak ada penyalahgunaan narkotika di dalam lapas.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai, Reinhards Indra Pitoy, menegaskan bahwa kegiatan razia dan tes urine merupakan bagian dari strategi preventif yang terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Razia dan tes urine ini adalah satu kesatuan tindakan preventif. Kami tidak hanya memastikan secara fisik blok hunian bersih dari barang terlarang, tetapi juga memastikan secara biologis bahwa warga binaan benar-benar bebas dari penyalahgunaan narkotika,” ujarnya di sela kegiatan.
Ia juga menambahkan bahwa upaya ini sejalan dengan komitmen Lapas dalam mewujudkan program “zero halinar” (handphone, pungli, dan narkoba) yang menjadi fokus utama dalam pembinaan dan pengamanan di lingkungan pemasyarakatan.
Lebih lanjut, Reinhards menyampaikan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan secara rutin dan insidentil sebagai bentuk konsistensi dalam menjaga integritas lembaga. Selain itu, pihaknya juga terus memperkuat sinergi antarpetugas serta meningkatkan pengawasan guna meminimalisir potensi pelanggaran.
“Kami tidak akan memberikan ruang bagi segala bentuk pelanggaran. Pengawasan akan terus diperketat, baik dari sisi pengamanan maupun pembinaan, agar tujuan pemasyarakatan dapat berjalan optimal,” tegasnya.
Dengan dilaksanakannya razia dan tes urine ini, diharapkan Lapas Narkotika Rumbai dapat terus menciptakan lingkungan yang aman, bersih, serta mendukung proses pembinaan warga binaan menuju perubahan yang lebih baik.
(*06/raisya)

