Idul Adha di Pelosok Siak: Bupati Afni Pilih Berbaur dengan Warga Mandiangin, Serahkan Hewan Kurban untuk Masyarakat

Palukeadilannews.com

SIAK – Perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah menjadi momen istimewa bagi masyarakat Kampung Mandiangin, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak. Untuk pertama kalinya, Bupati Siak Afni Zulkifli melaksanakan Salat Idul Adha bersama ribuan warga di kampung yang berada cukup jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Siak tersebut.


Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Siak itu disambut antusias oleh masyarakat. Sejak pagi, ribuan warga memadati Lapangan Sepak Bola Mandiangin untuk melaksanakan Salat Id berjamaah. Suasana penuh kekhidmatan berpadu dengan rasa bangga masyarakat yang merasa diperhatikan langsung oleh pemimpinnya.


Didampingi sang suami, Triono Dul Hakim, Bupati Afni memilih merayakan Idul Adha secara sederhana dengan mengunjungi berbagai kampung dan kecamatan di Kabupaten Siak. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah untuk terus hadir di tengah masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah pelosok.


Dalam kesempatan itu, Afni menyampaikan bahwa jarak yang jauh dari ibu kota kabupaten tidak boleh menjadi penghalang bagi pemerintah untuk mendekatkan diri kepada rakyat. Menurutnya, seluruh masyarakat Siak memiliki hak yang sama untuk merasakan kehadiran dan perhatian pemerintah daerah.


“Meski Mandiangin jauh dari ibu kota kabupaten, kehadiran kami di sini diharapkan dapat memberikan keyakinan bahwa pemerintah selalu ingin dekat dengan masyarakat, di mana pun mereka berada. Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin. Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam menjalankan amanah sebagai pemimpin,” ujar Afni di hadapan masyarakat.

Kehadiran Bupati Siak di Kampung Mandiangin tidak hanya sebatas mengikuti Salat Id bersama warga. Pada momentum tersebut, Afni dan suaminya juga menyerahkan satu ekor sapi kurban untuk masyarakat setempat. Hewan kurban itu diharapkan dapat memberikan manfaat bagi warga yang membutuhkan sekaligus menjadi simbol kepedulian dan kebersamaan.


Sementara itu, sejumlah hewan kurban lainnya juga disalurkan ke berbagai wilayah di Kabupaten Siak guna memastikan manfaat ibadah kurban dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.


Pada Idul Adha tahun ini, jumlah hewan kurban di Kabupaten Siak menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan data pemerintah daerah, total hewan kurban yang tersebar di 14 kecamatan mencapai 3.072 ekor.


Jumlah tersebut terdiri atas 2.428 ekor sapi, 59 ekor kerbau, serta 585 ekor kambing dan domba. Angka itu menjadi indikator tingginya semangat masyarakat dalam menjalankan ibadah kurban sekaligus meningkatnya kesadaran untuk berbagi dengan sesama.


Afni menilai, peningkatan jumlah hewan kurban tersebut mencerminkan kuatnya nilai gotong royong, solidaritas sosial, serta kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar. Menurutnya, ibadah kurban bukan hanya ritual keagamaan, melainkan juga sarana memperkuat hubungan antarsesama.


“Partisipasi masyarakat yang terus meningkat dalam berkurban menjadi hal yang sangat menggembirakan. Ini menunjukkan bahwa semangat berbagi dan kepedulian sosial masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Siak,” katanya.


Lebih lanjut, Afni menjelaskan bahwa sebagian besar hewan kurban yang dipotong pada Idul Adha tahun ini berasal dari peternak lokal Kabupaten Siak. Dari total 2.428 ekor sapi yang tersedia, sebanyak 2.189 ekor merupakan hasil peternakan masyarakat Siak, sedangkan 239 ekor lainnya didatangkan dari luar daerah.


Untuk hewan kerbau, tercatat sebanyak 4 ekor berasal dari peternak lokal dan 55 ekor berasal dari luar daerah. Sementara itu, untuk kambing dan domba, sebanyak 581 ekor berasal dari dalam Kabupaten Siak dan hanya 4 ekor yang didatangkan dari luar daerah.


Data tersebut menunjukkan bahwa sektor peternakan lokal memiliki kontribusi besar dalam memenuhi kebutuhan hewan kurban masyarakat. Selain membantu pelaksanaan ibadah kurban, tingginya penggunaan hewan ternak lokal juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat dan para peternak di Kabupaten Siak.


Menurut Afni, keberhasilan peternak lokal dalam menyediakan kebutuhan hewan kurban menjadi bukti bahwa sektor peternakan di Kabupaten Siak terus berkembang. Pemerintah daerah pun berkomitmen untuk terus memberikan dukungan agar sektor tersebut semakin maju dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Dalam sambutannya, Afni juga mengajak masyarakat untuk memahami makna kurban secara lebih mendalam. Ia menegaskan bahwa tujuan utama berkurban bukan semata-mata menyembelih hewan, tetapi sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan ungkapan rasa syukur atas berbagai nikmat yang telah diberikan.


Selain itu, ibadah kurban juga menjadi sarana untuk meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS yang rela mengorbankan apa yang paling dicintainya demi menjalankan perintah Allah SWT. Nilai keikhlasan tersebut, menurut Afni, sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.


“Melalui ibadah kurban, kita belajar tentang keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial. Pembagian daging kurban mengajarkan kita untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan,” ujarnya.


Ia berharap momentum Idul Adha dapat semakin memperkuat persaudaraan, mempererat hubungan antarwarga, serta membangun semangat kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah.


Perayaan Idul Adha di Kampung Mandiangin pun menjadi bukti bahwa kedekatan pemimpin dengan masyarakat tidak selalu diwujudkan melalui seremoni besar. Kehadiran langsung di tengah warga, mendengarkan aspirasi masyarakat, serta berbagi kebahagiaan melalui ibadah kurban menjadi pesan kuat bahwa pembangunan harus dirasakan hingga ke pelosok desa.


Bagi warga Mandiangin, momen tersebut akan menjadi kenangan tersendiri. Tidak hanya karena untuk pertama kalinya seorang bupati melaksanakan Salat Idul Adha di kampung mereka, tetapi juga karena kehadiran pemimpin daerah yang memilih merayakan hari besar Islam bersama masyarakat di lapangan sederhana, jauh dari pusat keramaian kota, namun penuh makna kebersamaan dan kekeluargaan.


(*06/raisya)

 

Tags