Siak – Pemerintah Kabupaten Siak bersama Perum Bulog mulai menyalurkan bantuan pangan kepada puluhan ribu masyarakat kurang mampu di wilayah Kabupaten Siak. Program bantuan yang merupakan alokasi Februari–Maret 2026 tersebut resmi dimulai di Kampung Seminai, Kecamatan Kerinci Kanan, Rabu (20/5/2026), dan menjadi langkah nyata pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan warga.
Penyaluran bantuan pangan itu merupakan program dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Perum Bulog yang diperuntukkan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) kategori miskin dan rentan miskin yang telah terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Bupati Siak Afni Zulkifli mengatakan, program bantuan pangan menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya sekadar penyaluran bahan pangan, tetapi juga menjadi simbol hadirnya negara di tengah masyarakat yang sedang menghadapi tekanan ekonomi akibat kenaikan harga kebutuhan pokok dan kondisi ekonomi global yang belum stabil.
Afni menjelaskan, jumlah penerima bantuan pangan di Kabupaten Siak pada tahun 2026 mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional yang telah ditetapkan Badan Pangan Nasional, jumlah penerima bantuan pangan di Kabupaten Siak mencapai 30.786 KPM yang tersebar di 14 kecamatan.
Jumlah tersebut meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan periode Oktober–November 2025 yang tercatat sebanyak 15.827 KPM.
“Peningkatan jumlah penerima manfaat ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperluas jangkauan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap bantuan ini benar-benar dapat meringankan beban ekonomi keluarga,” kata Afni.
Untuk mempermudah proses distribusi dan meningkatkan efisiensi penyaluran, bantuan pangan alokasi Februari dan Maret disalurkan sekaligus atau dirapel. Setiap KPM menerima bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
Jumlah tersebut merupakan gabungan dari dua bulan penyaluran, dengan rincian masing-masing bulan sebanyak 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng.
Kecamatan Kerinci Kanan menjadi lokasi pertama pendistribusian bantuan dengan total penerima mencapai 1.386 KPM. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut, Bulog menyalurkan sebanyak 27.720 kilogram beras dan 5.544 liter minyak goreng.
Proses distribusi logistik dilakukan bekerja sama dengan PT Jasa Prima Logistik Cabang Riau guna memastikan bantuan dapat sampai ke masyarakat tepat waktu dan dalam kondisi baik.
Di Kampung Seminai sendiri, bantuan pangan dialokasikan kepada 135 keluarga penerima manfaat. Warga terlihat antusias mengikuti proses pembagian bantuan yang dilaksanakan di halaman Kantor Penghulu Kampung Seminai.
Sejumlah warga mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan pemerintah karena sangat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih sulit.
Selain Kampung Seminai, bantuan pangan juga disalurkan ke desa-desa lain di Kecamatan Kerinci Kanan. Desa Simpang Perak Jaya tercatat sebagai wilayah dengan jumlah penerima terbanyak yakni 263 KPM. Kemudian Desa Bukit Agung menerima 184 KPM, Desa Kerinci Kanan 166 KPM, dan Desa Kerinci Kiri sebanyak 134 KPM.
Selanjutnya Desa Bukit Harapan menerima 98 KPM, Desa Gabung Makmur 81 KPM, Desa Jati Mulya 80 KPM, Desa Kumbara Utama 77 KPM, Desa Buana Bakti 64 KPM, Desa Buatan Baru 61 KPM, dan Desa Delima Jaya sebanyak 43 KPM.
Pihak Bulog menyatakan bahwa program bantuan pangan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah. Selain membantu masyarakat kurang mampu, program tersebut juga bertujuan menekan laju inflasi yang dapat mempengaruhi daya beli masyarakat.
Bulog juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemerintah daerah dalam menjalankan program ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan ekstrem.
“Melalui program bantuan pangan ini, kami berharap masyarakat dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Kami juga terus berupaya memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran,” ujar salah seorang perwakilan Bulog dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Siak memastikan akan terus melakukan pengawasan terhadap proses penyaluran bantuan agar tidak terjadi kendala di lapangan. Aparatur kecamatan, kampung, hingga petugas distribusi diminta bekerja sama menjaga ketertiban dan transparansi selama proses penyaluran berlangsung.
Afni juga mengingatkan agar bantuan yang diterima masyarakat dimanfaatkan dengan baik untuk kebutuhan keluarga. Ia berharap program bantuan pangan dapat memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan dan masyarakat berpenghasilan rendah.
Program bantuan pangan yang terus digulirkan pemerintah dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga kondisi sosial ekonomi masyarakat tetap stabil. Di tengah tantangan ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, keberadaan bantuan pangan menjadi bentuk perlindungan sosial yang sangat dibutuhkan masyarakat.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bulog, dan seluruh pihak terkait, diharapkan penyaluran bantuan pangan di Kabupaten Siak dapat berjalan sukses dan memberi manfaat besar bagi masyarakat.
Pemkab Siak juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program sosial yang berpihak kepada masyarakat kecil demi mewujudkan kesejahteraan dan ketahanan pangan daerah yang lebih baik di masa mendatang.
(*06/raisya)


