ROKAN HULU – Kepedulian terhadap para pendidik Al-Qur’an kembali diwujudkan oleh BAZNAS Kabupaten Rokan Hulu melalui program penyaluran bantuan kepada ratusan guru mengaji.
Sebanyak 320 guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di Rokan Hulu menerima bantuan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka dalam mendidik generasi muda agar mampu membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an.
Kegiatan yang digelar di Mushola Al-Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu pada Senin (20/4/2026) ini berlangsung dengan suasana penuh khidmat. Program tersebut mengangkat semangat kepedulian terhadap guru mengaji sekaligus menegaskan pentingnya peran mereka dalam membangun generasi Qur’ani yang berakhlak mulia.
Dalam penyaluran tersebut, masing-masing guru menerima bantuan sebesar Rp1.000.000. Bantuan ini tidak hanya menjadi bentuk dukungan finansial, tetapi juga simbol penghargaan atas dedikasi para guru TPQ yang selama ini mengabdikan diri di tengah masyarakat, sering kali dengan keterbatasan sarana dan prasarana.
Para penerima bantuan berasal dari empat kecamatan, yakni Rambah, Rambah Samo, Rambah Hilir, dan Bangun Purba. Mereka merupakan guru-guru yang telah memenuhi kriteria seleksi yang ditetapkan, mengingat jumlah anggaran yang tersedia masih terbatas.
Wakil Ketua BAZNAS Rokan Hulu, Noprizal, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam mendukung sektor pendidikan keagamaan. Ia menilai bahwa guru mengaji memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.
“Guru mengaji adalah pilar penting dalam pembinaan umat. Mereka tidak hanya mengajarkan baca tulis Al-Qur’an, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual kepada anak-anak sejak usia dini. Oleh karena itu, sudah sepantasnya mereka mendapatkan perhatian dan apresiasi,” ujarnya.
Noprizal juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam terlaksananya kegiatan ini. Ia berharap sinergi antara lembaga dan masyarakat dapat terus diperkuat agar program serupa dapat menjangkau lebih banyak penerima di masa mendatang.
Sementara itu, pihak Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu melalui Kasubbag Tata Usaha, H. Rusli, turut menyampaikan apresiasi atas langkah nyata yang dilakukan BAZNAS. Menurutnya, bantuan ini menjadi bukti bahwa perhatian terhadap guru mengaji terus tumbuh, meskipun masih menghadapi keterbatasan dari sisi anggaran.
Ia menjelaskan bahwa proses penyaluran bantuan dilakukan secara selektif agar tepat sasaran. Ke depan, pihaknya berharap semakin banyak muzakki yang menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS sehingga cakupan program dapat diperluas.
“Dengan meningkatnya kontribusi para muzakki, tentu akan semakin banyak guru mengaji yang dapat merasakan manfaat dari program ini. Ini adalah tanggung jawab bersama untuk mendukung pendidikan keagamaan di daerah kita,” jelasnya.
Lebih lanjut, H. Rusli menegaskan bahwa keberadaan guru TPQ sangat penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai keimanan dan ketakwaan. Ia menyebut para guru mengaji sebagai ujung tombak dalam pembinaan umat di tingkat akar rumput.
“Peran guru mengaji sangat luar biasa. Mereka adalah perpanjangan tangan Kementerian Agama dalam membina masyarakat. Dari tangan mereka lahir generasi yang memahami Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai pedoman hidup,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, H. Rusli juga memberikan pesan khusus kepada para penerima bantuan agar terus meningkatkan kualitas diri. Ia mengingatkan bahwa tantangan dalam dunia pendidikan keagamaan semakin kompleks, sehingga dibutuhkan kompetensi yang terus berkembang.
“Teruslah belajar dan tingkatkan kemampuan dalam mengajar. Selain itu, yang tidak kalah penting adalah menjaga keikhlasan. Apa yang dilakukan hari ini akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir,” pesannya.
Para guru TPQ yang hadir menyambut baik program ini. Bagi mereka, bantuan yang diberikan tidak hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga menjadi bentuk perhatian yang sangat berarti. Hal ini memberikan motivasi tambahan untuk terus mengabdi dalam mendidik generasi muda.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS, Kementerian Agama, serta masyarakat dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia berbasis nilai-nilai keagamaan. Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan lahir generasi Qur’ani yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
Di tengah arus perkembangan zaman yang semakin cepat, pembinaan karakter berbasis Al-Qur’an menjadi sangat penting. Oleh karena itu, peran guru TPQ harus terus didukung agar mampu menjawab tantangan tersebut. Program seperti yang dilakukan oleh BAZNAS Kabupaten Rokan Hulu ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mewujudkan tujuan tersebut.
Ke depan, diharapkan program bantuan bagi guru mengaji dapat terus berlanjut dan bahkan ditingkatkan. Dengan dukungan yang lebih luas dari berbagai pihak, tidak menutup kemungkinan seluruh guru TPQ di Rokan Hulu dapat merasakan manfaat yang sama.
Melalui upaya bersama ini, cita-cita untuk membangun generasi Qur’ani yang religius, berakhlak mulia, dan berdaya saing tinggi dapat terwujud. Guru mengaji sebagai garda terdepan dalam pendidikan keagamaan akan terus menjadi harapan dalam mencetak generasi masa depan yang lebih baik.
(*06/raisya)

