BENGKALIS – Sebanyak 75 pelajar terbaik Kabupaten Bengkalis mendapat kehormatan sekaligus amanah besar. Mereka terpilih menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bengkalis Tahun 2026 yang akan bertugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Para pelajar pilihan tersebut kini menjalani Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan Paskibraka. Kegiatan resmi dibuka Bupati Bengkalis yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Andris Wasono, di Hotel Marina Bengkalis, Minggu malam, 2 Agustus 2026.
Terpilihnya 75 peserta bukanlah proses yang mudah. Sebelumnya, sebanyak 346 pelajar dari berbagai wilayah di Kabupaten Bengkalis mengikuti proses seleksi. Setelah melalui tahapan seleksi yang ketat dan kompetitif, hanya 75 pelajar yang dinyatakan lulus.
Mereka bukan sekadar dipersiapkan untuk berdiri tegap di lapangan upacara. Di balik latihan baris-berbaris, kekompakan formasi dan ketepatan gerakan, terdapat misi yang jauh lebih besar, yakni membentuk generasi muda Bengkalis yang disiplin, tangguh, berintegritas dan memiliki jiwa kepemimpinan.
Staf Ahli Bupati Bengkalis, Andris Wasono, menyampaikan apresiasi kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), panitia, pelatih, pembina, instruktur serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan pendidikan dan pelatihan Paskibraka.
Menurutnya, Paskibraka merupakan salah satu wadah strategis untuk menanamkan nilai nasionalisme dan patriotisme kepada generasi muda.
"Dari proses inilah diharapkan lahir generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara mental dan memiliki karakter yang kuat," ujarnya.
Bukan Sekadar Mengibarkan Bendera
Menjadi anggota Paskibraka bukan hanya tentang kemampuan melakukan gerakan secara seragam dan sempurna. Ada nilai perjuangan, penghormatan dan pengabdian yang melekat dalam setiap langkah mereka.
Andris menegaskan, tugas mengibarkan Sang Merah Putih merupakan simbol penghormatan kepada para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
"Tugas mengibarkan Sang Merah Putih bukan sekadar menampilkan kesempurnaan gerakan, tetapi merupakan simbol penghormatan terhadap jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi tegaknya kemerdekaan Republik Indonesia," tegasnya.
Karena itu, seluruh peserta diminta mengikuti setiap proses pelatihan dengan serius. Arahan pelatih dan pembina diharapkan menjadi bekal untuk membangun karakter serta mental yang kuat.
Mereka juga diminta menjaga kesehatan, mematuhi aturan, menghormati pelatih dan pembina serta memperkuat kekompakan sebagai sebuah tim.
Dari Paskibraka untuk Masa Depan Bengkalis
Pemerintah Kabupaten Bengkalis berharap pembinaan Paskibraka tidak berhenti setelah upacara HUT ke-81 RI selesai. Para peserta diharapkan membawa nilai-nilai yang diperoleh selama pelatihan ke lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat.
Disiplin, tanggung jawab, toleransi, persatuan dan kepemimpinan diharapkan menjadi karakter yang terus melekat dalam diri mereka.
"Kepercayaan yang telah diberikan kepada kalian merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah yang harus dijaga dengan penuh rasa tanggung jawab. Manfaatkan kesempatan yang sangat berharga ini untuk belajar, berlatih, dan menempa diri sebaik-baiknya," pesan Andris kepada para peserta.
Pemkab Bengkalis juga menitipkan harapan kepada para pelatih, pembina dan instruktur agar seluruh proses pembinaan dilaksanakan secara profesional, penuh dedikasi dan tanggung jawab.
Dengan semangat tersebut, 75 pelajar pilihan Kabupaten Bengkalis kini tidak hanya ditempa untuk menjadi pengibar bendera. Mereka sedang dipersiapkan menjadi generasi muda yang mampu menjadi teladan dan membawa semangat nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari.
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI pun menjadi panggung pembuktian bagi mereka. Di balik kibaran Merah Putih nantinya, tersimpan kerja keras, disiplin, kekompakan dan kebanggaan 75 putra-putri terbaik Bengkalis yang dipercaya mengemban amanah negara.
Dari lapangan upacara, mereka belajar arti disiplin. Dari Sang Merah Putih, mereka belajar arti pengorbanan. Dan dari Paskibraka, mereka ditempa untuk menjadi generasi penerus Bengkalis yang berkarakter dan mencintai tanah air.

