Momentum tahunan yang identik dengan perjuangan hak-hak buruh ini dijadikan ajang refleksi sekaligus penguatan solidaritas antara pekerja, masyarakat, dan pemerintah. Ketua PC F.SPTI-K.SPSI Kabupaten Rokan Hulu, M. Syahril Topan, ST., MM., menegaskan bahwa peringatan May Day bukan hanya tentang tuntutan, tetapi juga tentang rasa syukur dan harapan akan masa depan yang lebih baik.
Dalam keterangannya, ia menyampaikan bahwa kesejahteraan pekerja masih menjadi fokus utama yang terus diperjuangkan oleh pihaknya. Menurutnya, kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil membuat banyak pekerja menghadapi tantangan, terutama terkait lapangan pekerjaan dan pendapatan.
“Momentum May Day ini menjadi waktu yang tepat bagi kami untuk bersyukur, sekaligus menyampaikan harapan. Harapan utama kami tentu para pekerja di Rokan Hulu makin sejahtera,” ujar M. Syahril Topan.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan aksi penanaman pohon yang melibatkan jajaran Polres Rokan Hulu. Kegiatan ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung program Green Policing yang digagas oleh Kapolda Riau. Penanaman pohon tidak hanya menjadi aksi seremonial, tetapi juga bentuk nyata kepedulian buruh terhadap keberlanjutan alam.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Rokan Hulu, Kompol I Made Juni Artawan, S.I.K., M.H., yang turut memberikan dukungan terhadap kolaborasi positif antara aparat kepolisian dan elemen pekerja. Kehadiran pihak kepolisian menunjukkan bahwa sinergi lintas sektor sangat penting dalam menciptakan suasana kondusif, terutama dalam memperingati Hari Buruh.
M. Syahril Topan menegaskan bahwa dukungan SPTI terhadap program Green Policing merupakan bentuk kecintaan buruh terhadap lingkungan. Ia menyadari bahwa keberlangsungan alam sangat berkaitan erat dengan kehidupan manusia, termasuk para pekerja.
“Kami dari SPTI sebagai buruh sangat mendukung program Kapolda Riau. Ini adalah bentuk kecintaan kami kepada alam, karena lingkungan yang baik juga akan berdampak pada kehidupan yang lebih baik,” ungkapnya.
Selain kegiatan lingkungan, SPTI Rokan Hulu juga menunjukkan kepedulian sosial dengan menyalurkan santunan kepada 50 anak yatim. Bantuan berupa beras dan kebutuhan pokok diberikan sebagai wujud empati dan solidaritas terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan sosial ini menjadi salah satu bukti bahwa serikat pekerja tidak hanya berfokus pada anggotanya, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitar. Dengan berbagi kepada sesama, SPTI ingin menumbuhkan nilai kemanusiaan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Menurut M. Syahril Topan, kegiatan sosial seperti ini akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Ia berharap SPTI dapat semakin dekat dengan masyarakat dan memberikan kontribusi positif yang nyata.
“Kami ingin ke depan terus menggelar kegiatan sosial lainnya. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai pekerja, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sosial,” tambahnya.
Di sisi lain, ia juga menyampaikan harapan besar kepada pemerintah daerah agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya dengan mengaktifkan kembali pabrik-pabrik yang saat ini belum beroperasi. Menurutnya, keberadaan industri sangat berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja di Rokan Hulu.
Ia menilai banyak pekerja yang saat ini masih kesulitan mendapatkan pekerjaan akibat terbatasnya aktivitas industri. Oleh karena itu, peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif.
“Harapan kami kepada pemerintah melalui Bupati Rokan Hulu, semoga dapat membantu mendorong agar pabrik-pabrik ini bisa kembali beroperasi. Dengan begitu, kawan-kawan kami bisa kembali bekerja dan menghidupi keluarganya,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia optimis bahwa kondisi ketenagakerjaan di Rokan Hulu akan berangsur membaik jika terjalin komunikasi yang baik antara pekerja, pemerintah, dan pengusaha. Kolaborasi yang harmonis dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan kesejahteraan pekerja.
Menurutnya, konflik dalam dunia kerja dapat diminimalisir jika semua pihak saling terbuka dan memiliki komitmen untuk mencari solusi bersama. Oleh karena itu, SPTI terus mendorong dialog konstruktif sebagai langkah strategis dalam menghadapi berbagai tantangan.
Peringatan Hari Buruh Nasional 2026 di Rokan Hulu akhirnya ditutup dengan suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan. Tidak hanya menjadi ajang peringatan, kegiatan ini juga menjadi simbol bahwa buruh memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang lebih peduli, baik terhadap sesama maupun terhadap lingkungan.
Dengan mengusung semangat kolaborasi, SPTI Rokan Hulu berharap peringatan May Day ke depan dapat terus diisi dengan kegiatan positif yang membawa manfaat luas. Tidak hanya bagi pekerja, tetapi juga bagi seluruh lapisan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, SPTI berhasil menunjukkan bahwa peringatan Hari Buruh tidak harus identik dengan demonstrasi, tetapi juga bisa diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan dampak langsung. Semangat solidaritas, kepedulian, dan harapan menjadi pesan utama yang ingin disampaikan kepada semua pihak.
May Day 2026 pun menjadi momentum penting bagi para pekerja di Rokan Hulu untuk terus bergerak maju, memperjuangkan kesejahteraan, sekaligus menjaga harmoni dengan lingkungan dan masyarakat.
(*06/raisya)

