Kegiatan latihan hadrah yang rutin dilaksanakan menjadi salah satu bentuk pembinaan kepribadian yang tidak hanya menyentuh aspek keterampilan, tetapi juga memperkuat sisi spiritual para warga binaan, khususnya para santri.
Pada Sabtu (01/05/2026), puluhan santri tampak berkumpul dengan penuh semangat mengikuti latihan hadrah. Dengan mengenakan pakaian sederhana, mereka duduk membentuk lingkaran, masing-masing memegang alat musik rebana.
Irama yang dimainkan terdengar kompak, meskipun sebagian dari mereka masih dalam tahap belajar. Namun, semangat yang terpancar dari wajah mereka menunjukkan kesungguhan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
Latihan hadrah ini bukan sekadar aktivitas seni biasa. Di dalamnya terkandung nilai-nilai keagamaan yang kuat, seperti kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW melalui shalawat, serta pembelajaran tentang kebersamaan dan disiplin. Para santri diajarkan untuk menjaga kekompakan dalam setiap ketukan, mendengarkan satu sama lain, dan menyesuaikan diri dalam harmoni kelompok.
Petugas pembinaan menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan berbasis keagamaan yang terus dikembangkan di Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai. Pendekatan ini dinilai efektif dalam menyentuh hati para warga binaan, karena tidak hanya memberikan pemahaman agama secara teori, tetapi juga melalui praktik yang menyenangkan dan bermakna.
“Hadrah menjadi media yang sangat baik untuk menanamkan nilai-nilai spiritual. Selain melatih keterampilan seni, kegiatan ini juga mengajarkan kesabaran, ketekunan, serta rasa tanggung jawab,” ujar salah satu petugas pembinaan yang mendampingi latihan tersebut.
Bagi para santri, latihan hadrah memberikan pengalaman yang berbeda. Di tengah keterbatasan ruang gerak, mereka menemukan kebebasan dalam berekspresi melalui musik dan shalawat. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menenangkan pikiran dan mengurangi tekanan psikologis yang kerap dirasakan selama menjalani masa pidana.
Salah seorang peserta mengaku bahwa dirinya merasakan perubahan sejak mengikuti latihan hadrah secara rutin. Ia menjadi lebih tenang, lebih sabar, dan mulai memahami pentingnya mendekatkan diri kepada Tuhan. Baginya, hadrah bukan hanya sekadar musik, tetapi juga bentuk ibadah yang membawa ketenangan batin.
Program pembinaan seperti ini menjadi bukti nyata bahwa lapas tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalani hukuman, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran dan perbaikan diri. Transformasi pemasyarakatan yang kini terus digaungkan oleh pemerintah tercermin dalam berbagai kegiatan positif yang dihadirkan bagi warga binaan.
Selain memberikan manfaat spiritual, keterampilan hadrah juga berpotensi menjadi bekal berharga setelah para santri bebas nanti. Seni musik religi ini masih sangat diminati di tengah masyarakat, terutama dalam acara-acara keagamaan seperti peringatan Maulid Nabi, pengajian, hingga kegiatan sosial lainnya. Dengan kemampuan yang dimiliki, para mantan warga binaan diharapkan dapat berkontribusi secara positif di lingkungan mereka.
Antusiasme para santri juga menjadi indikator keberhasilan program ini. Kehadiran yang konsisten, semangat dalam berlatih, serta perubahan sikap yang mulai terlihat menunjukkan bahwa pendekatan pembinaan melalui seni religi mampu memberikan dampak yang signifikan.
Ke depan, pihak Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai berencana untuk terus mengembangkan program hadrah ini. Tidak hanya sebatas latihan internal, tetapi juga membuka peluang untuk tampil dalam berbagai kegiatan, baik di lapas
maupun di luar lapas jika memungkinkan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri para santri serta memperkuat motivasi mereka untuk terus berubah.
Lebih dari sekadar kegiatan rutin, hadrah telah menjadi simbol perjalanan spiritual bagi para santri di Lapas Rumbai. Setiap ketukan rebana dan lantunan shalawat menjadi pengingat akan harapan, pengampunan, dan kesempatan kedua yang selalu terbuka.
Di balik jeruji yang membatasi kebebasan fisik, semangat untuk memperbaiki diri justru tumbuh semakin kuat. Para santri membuktikan bahwa perubahan tidak mengenal tempat. Dengan tekad, bimbingan, dan kesempatan yang diberikan, mereka perlahan menata kembali kehidupan mereka.
Melalui irama hadrah yang penuh makna, Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai menghadirkan harapan baru bagi para warga binaan. Bahwa di setiap kesalahan, selalu ada jalan untuk kembali. Dan di setiap lantunan shalawat, tersimpan doa untuk masa depan yang lebih baik.
(*06/raisya)


