Pekanbaru – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pekanbaru terus mengoptimalkan pelayanan administrasi kependudukan melalui program jemput bola meskipun armada operasional yang tersedia saat ini masih terbatas.
Layanan mobil keliling yang dimiliki instansi tersebut baru didukung dua unit kendaraan sehingga pelayanan lapangan dilakukan secara bergiliran.
Kepala Bidang Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan Disdukcapil Kota Pekanbaru, Murdinal Guswandi, menjelaskan bahwa kondisi pelayanan tidak sama di setiap kelurahan karena sebagian besar masyarakat sudah tertib administrasi kependudukan.
“Tidak semua kelurahan mengalami kondisi yang sama, karena pada umumnya masyarakat sudah tertib administrasi kependudukan,” ujarnya.
Pelayanan lapangan dilaksanakan berdasarkan permintaan resmi dari pihak kelurahan.
Permohonan biasanya disampaikan lurah melalui koordinasi langsung untuk menghadirkan layanan di wilayah tertentu, terutama saat ada kegiatan pelayanan masyarakat atau kebutuhan administrasi khusus.
Dalam pelaksanaannya, pihak kelurahan turut menyiapkan lokasi pelayanan seperti masjid atau halaman kantor lurah, termasuk fasilitas listrik dan sarana pendukung lain agar masyarakat dapat mengurus dokumen dengan nyaman.
Jarak jangkauan pelayanan di wilayah kota juga relatif dekat, dengan wilayah terjauh sekitar 1 jam perjalanan, serta fasilitas lapangan yang umumnya memadai.
Saat ini terdapat 83 kelurahan di Kota Pekanbaru dan seluruhnya telah terlayani melalui program pendataan kependudukan berkelanjutan yang dilakukan hampir setiap hari oleh masing-masing kelurahan.
Selain itu, Disdukcapil juga membentuk tim layanan keliling khusus selama bulan Ramadan guna memperluas akses pelayanan administrasi.
Rata-rata pencetakan KTP melalui mobil keliling dapat mencapai lebih dari 100 keping per hari, sementara pencetakan di kantor Disdukcapil mencapai sekitar 300 keping per hari.
Persyaratan perekaman data dan pencetakan identitas berlaku seragam secara nasional. Permohonan juga dapat diajukan secara daring, meski pencetakan dokumen tetap dilakukan di kantor dinas.
Melalui program Mobil PaLing AMAN, masyarakat dapat mencetak KTP tanpa harus datang langsung ke kantor Disdukcapil.
Setiap unit mobil dilengkapi jaringan internet, perangkat perekaman data, serta alat pencetakan KTP dan dioperasikan enam petugas agar pelayanan berlangsung cepat dan efisien.
Disdukcapil juga menyediakan layanan jemput bola langsung ke rumah bagi warga sakit, penyandang disabilitas, dan orang dengan gangguan jiwa melalui koordinasi bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial.
Layanan ini dijalankan melalui program Si Pintar Peduli sebagai bentuk komitmen menghadirkan pelayanan administrasi yang inklusif.
“Jika ada laporan masyarakat yang membutuhkan layanan, petugas akan datang langsung ke rumah untuk melakukan pelayanan administrasi kependudukan,” tutup Murdinal.

