SIAK - Afni Zulkifli mendorong seluruh perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang beroperasi di Kabupaten Siak untuk menunjukkan komitmen nyata dalam membangun daerah, terutama melalui peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal.
Hal itu disampaikan Afni saat berdiskusi bersama manajemen PT Sri Indrapura Sawit Lestari dan PT Berlian Inti Mekar di Zamrud Room, Komplek Rumah Rakyat, Kamis (26/2/2026)
Dalam pertemuan tersebut, Afni menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Siak terus berupaya menata sistem ketenagakerjaan agar masyarakat lokal memperoleh kesempatan yang adil di industri kelapa sawit, sektor yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
"kami mohon kita sama-sama berkomitmen membangun Siak. Caranya dengan terlibat dalam program kami, salah satunya membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal,” tegasnya.
Berdasarkan data tahun 2023, terdapat 34 PKS yang memiliki izin dan beroperasi di Siak. Saat ini, minimal 70 persen tenaga kerja di setiap PKS diharapkan berasal dari masyarakat lokal guna menekan angka pengangguran.
Namun, Afni mengaku ingin target tersebut ditingkatkan.
“Harapan kami bukan hanya 60 atau 70 persen, tapi kalau bisa 90 bahkan mendekati 100 persen tenaga kerja berasal dari masyarakat Siak,” ujarnya.
Ia menambahkan, untuk posisi manajemen dan pemilik perusahaan wajar jika berasal dari luar daerah.
Namun untuk tenaga operasional, menurutnya, sudah seharusnya diisi warga lokal agar penyerapan tenaga kerja lebih proporsional dan berdampak langsung terhadap pengurangan angka kemiskinan.
Saat ini, sekitar 180 ribu jiwa masyarakat Siak tergolong miskin. Afni mengingatkan, jika pertumbuhan penduduk tidak diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja bagi warga setempat, maka potensi persoalan sosial bisa meningkat.
"Saya khawatir jumlah penduduk bertambah, sementara penduduk lokal tetap menganggur. Ini bisa menimbulkan dampak sosial,” tegasnya.
Dalam dialog tersebut terungkap bahwa tantangan utama bukan pada kemauan perusahaan menerima tenaga kerja lokal, melainkan pada kesiapan dan kesesuaian kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan industri.
Sebagai solusi, Pemkab Siak berencana memfasilitasi job fair untuk mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja, sekaligus memetakan kebutuhan riil industri agar rekrutmen lebih tepat sasaran.
Afni juga menekankan agar seluruh proses rekrutmen dilakukan secara transparan melalui koordinasi dengan pemerintah kampung dan perangkat daerah terkait, sehingga peluang kerja benar-benar dapat diakses masyarakat lokal.
Sementara itu, perwakilan manajemen PT Sri Indrapura Sawit Lestari, M. Vaiz Rahman, menyatakan pihaknya siap mendukung kebijakan tersebut.
Rekrutmen akan dilakukan berbasis desa, dengan mengganti karyawan yang mengundurkan diri dengan tenaga kerja lokal yang memenuhi kualifikasi.
“Untuk tenaga kerja ini sudah ada bobotnya. Biasanya kami menunggu ada yang resign dulu baru digantikan. Nanti akan kami umumkan kerja sama dengan kepala desa atau kepala kampung,” ujarnya.
Langkah kolaboratif ini diharapkan menjadi awal penguatan sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam menekan pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Siak.

