Cep Permana Galih Nahkodai GMN Riau, Siap Perkuat Basis Untuk PSI 2029

Palukeadilannews.com

RIAU, Kepengurusan baru Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gajah Muda Nusantara (GMN) Provinsi Riau resmi terbentuk setelah melalui proses demokrasi internal yang berlangsung dinamis. 


Dalam pemilihan yang digelar pada 4 April 2026, Cep Permana Galih berhasil meraih kepercayaan mayoritas suara dan ditetapkan sebagai Ketua DPW GMN Riau. Sementara itu, rivalnya dalam kontestasi, P. Sitohang, dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Ketua, menandai komitmen bersama untuk menjaga soliditas organisasi.


Pemilihan tersebut diikuti oleh dua kandidat yang sama-sama memiliki visi kuat untuk membawa organisasi kepemudaan ini lebih progresif. 


Dari hasil voting yang dilakukan secara terbuka dan demokratis, Cep Permana Galih unggul dengan perolehan sekitar 25 suara, sedangkan P. Sitohang mengantongi sekitar 7 suara. Meski terjadi perbedaan angka yang cukup signifikan, suasana pasca pemilihan tetap kondusif dan penuh semangat persatuan.


Penunjukan P. Sitohang sebagai Wakil Ketua menjadi simbol kuat bahwa GMN Riau mengedepankan kolaborasi ketimbang kompetisi semata. Kepemimpinan yang terbentuk tidak hanya berdasarkan hasil suara, tetapi juga mempertimbangkan kekuatan bersama dalam membangun organisasi yang solid dan berkelanjutan.


Dalam pidato perdananya sebagai ketua terpilih, Cep Permana Galih menyampaikan komitmen besar untuk menjadikan GMN Riau sebagai organisasi yang tidak hanya aktif secara struktural, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa GMN harus hadir sebagai wadah yang mampu menciptakan nilai tambah bagi setiap anggotanya.


Menurut Cep, ada empat hal utama yang harus menjadi manfaat dalam berorganisasi, yaitu peningkatan ilmu pengetahuan, pengalaman lapangan, perluasan relasi, serta peluang karier. Ia menilai bahwa organisasi yang baik adalah organisasi yang mampu mengembangkan kapasitas anggotanya secara menyeluruh, baik dalam aspek intelektual maupun kesejahteraan.


Lebih lanjut, Cep juga mengungkapkan rencananya untuk mengembangkan sektor ekonomi kreatif sebagai bagian dari strategi penguatan organisasi. Ia memperkenalkan gagasan pembentukan sebuah wadah bernama Gajahesia Group, yang diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus sarana pemberdayaan anggota GMN.


“Organisasi tidak boleh hanya menjadi tempat berkumpul tanpa arah. Kita harus mampu menciptakan ekosistem yang produktif, di mana anggota bisa berkembang dan mendapatkan manfaat nyata,” ujarnya.


Selain fokus pada penguatan internal, kepemimpinan baru GMN Riau juga menaruh perhatian besar pada agenda politik ke depan. Cep secara tegas menyatakan bahwa GMN siap menjadi garda terdepan dalam mendukung Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Provinsi Riau, khususnya dalam menghadapi Pemilu 2029.


Ia menilai bahwa peluang PSI untuk meraih kursi legislatif di Riau cukup terbuka, asalkan didukung oleh kerja keras dan strategi yang tepat. Untuk itu, GMN akan difokuskan sebagai mesin penggerak yang mampu menjangkau masyarakat hingga ke tingkat paling bawah.


“Target kita jelas, minimal satu kursi legislatif di Riau untuk PSI. Itu bukan hal yang mustahil jika kita bekerja secara terstruktur, masif, dan konsisten,” tegasnya.


Sementara itu, Wakil Ketua terpilih, P. Sitohang, menyampaikan komitmennya untuk mendukung penuh kepemimpinan Cep Permana Galih. Ia menegaskan bahwa tidak ada lagi sekat pasca pemilihan, dan seluruh elemen organisasi harus bersatu demi mencapai tujuan bersama.


P. Sitohang juga menekankan pentingnya memperkuat basis massa di akar rumput sebagai strategi utama menghadapi kontestasi politik mendatang. Menurutnya, pendekatan langsung kepada masyarakat merupakan kunci dalam membangun kepercayaan dan loyalitas.


“Kita akan fokus menyasar masyarakat arus bawah, membangun kedekatan, serta memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat kelurahan. Ini adalah langkah strategis yang harus kita jalankan bersama,” ujarnya.


Ia juga menambahkan bahwa GMN Riau akan mengedepankan pendekatan yang humanis dan inklusif dalam setiap kegiatannya. Organisasi harus mampu menjadi jembatan antara aspirasi masyarakat dan kebijakan politik, sehingga kehadirannya benar-benar dirasakan.


Dengan terbentuknya kepengurusan baru ini, GMN Riau diharapkan mampu tampil sebagai organisasi kepemudaan yang progresif, inovatif, dan responsif terhadap dinamika zaman. Kombinasi antara kepemimpinan yang visioner dan semangat kolaborasi diyakini menjadi modal utama dalam menghadapi tantangan ke depan.


Tidak hanya sebagai sayap partai, GMN juga diharapkan mampu menjadi ruang pembelajaran politik yang sehat bagi generasi muda. Dengan demikian, kader-kader yang lahir dari organisasi ini tidak hanya siap secara ideologis, tetapi juga memiliki kapasitas yang mumpuni dalam berkontribusi bagi daerah dan bangsa.


Ke depan, GMN Riau akan segera menyusun program kerja prioritas yang berfokus pada penguatan struktur organisasi, pemberdayaan anggota, serta perluasan jaringan. Semua langkah tersebut diarahkan untuk mendukung visi besar memenangkan PSI di Riau pada tahun 2029.


Dengan semangat baru dan kepemimpinan yang solid, GMN Riau optimistis dapat memainkan peran strategis dalam peta politik daerah. Dukungan terhadap PSI bukan hanya menjadi slogan, tetapi akan diwujudkan melalui kerja nyata yang terukur dan berkelanjutan.


(*06/raisya)

 

Tags